INILAH.COM, Jakarta - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange CNBC mengatakan Jumat (17/12) bahwa dirinya sedang "diserang" oleh bank-bank di Dubai, Swiss, Amerika Serikat dan Inggris.
Assange tidak spesifik mengatakan apa yang dimaksud dengan "menyerang". WikiLeaks menegaskan kembali rencananya untuk mengeluarkan informasi tentang bank-bank pada bulan Januari, meskipun Assange tidak spesifik menyebutkan "kebocoran" di alamat websitenya. Pernyataannya kepada CNBC Jumat merupakan pertama kali Assange telah menyebutkan bank-bank di Dubai.
Assange menambahkan bahwa itu adalah "bisnis normal" dari WikiLeaks untuk mempublikasikan informasi tentang bank. Dia juga mengatakan bahwa WikiLeaks memiliki bundelan dari 250.000 dokumen dan bahwa situs tersebut telah merilis kurang dari 2.000. "Kami telah diserang, terutama, bukan oleh pemerintah, terutama, pada kenyataannya, bukan oleh pemerintah AS, tetapi oleh bank-bank Dubai, bank Swiss, Bank of Amerika Serikat, bank dari Inggris, jadi, ya, tentu saja, kita terus melanjutkan untuk merilis materi terhadap bank," kata Assange, yang keluar dengan jaminan dari pengadilan Swedia sehubungan dengan tuduhan kekerasan seksual.
Pada bulan Oktober tahun 2009, ketika Assange mengumumkan bahwa WikiLeaks memiliki dokumen tentang Bank of America, saham langsung jatuh tajam.