Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 28 April 2015 | 03:41 WIB
Hide Ads

BPS: Kenaikan Gaji Pejabat Picu Inflasi Tahun Ini

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Jumat, 28 Januari 2011 | 12:37 WIB
BPS: Kenaikan Gaji Pejabat Picu Inflasi Tahun Ini
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan - inilah.com/Wirasatria

INILAH.COM, Jakarta - Penyesuaian gaji para pejabat negara yang akan diterapkan tahun ini, bisa membebani laju inflasi.

Pasalnya, akan menimbulkan ekspektasi peningkatan daya beli. "Masyarakat kita sebegitu sensitif, jadi ekspektasi inflasi itu selalu melekat pada masyarakat misal TDL, BBM bersubsidi, itu jadi kontraproduktif terhadap inflasi," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan di kantor Eximbank Indonessia, Jumat (27/1).

Sementara mengenai rencana penyesuaian gaji para pejabat negara yang akan diterapkan pada tahun ini, ia menilai akan menimbulkan ekspektasi baru di masyarakat dan berpotensi menambah beban laju inflasi tahun ini. Pasalnya, penyesuaian gaji dinilai dapat meningkatkan daya beli. "Sekarang juga ada kenaikan gaji, itu jadi ekspektasi baru. Karena daya beli akan meningkat di mata pedagang. Tapi ekspektasi inflasi bisa jadi inflasi beneran. Pedagang ambil kesempatan dalam kesempitan. Jadi ekspektasi itu sesuatu yang harus dihindari," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberi kepastian kepada masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan tahun ini agar meredam ekspektasi berlebihan di masyarakat. "Harus ada kepastian, misal BBM dilakukan tapi ternyata nggak dilakukan, misal kenaikan gaji itu kan euforia saja kan. Tapi kalau ini dikembangkan jadi seolah-olah PNS dan Polri merasa dia rela bayar tinggi karena merasa gajinya akan naik, begitu pula pedagang. Sesuatu yang baru wacana mestinya didiskusikan dulu," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada tahun ini pemerintah berniat untuk melakukan penyesuaian gaji sekitar 8.000 pejabat negara termasuk Presiden. [cms]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.