INILAH.COM, Jakarta -PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk memperkirakan ada potensi penghematan subsidi listrik Rp5,5 triliun, apabila pasokan gas 100 MMscfd yang dikirim ke Chevron dikembalikan ke PGN.
Seperti diketahui PGN mengalami krisis pasokan sejak BP Migas mengalokasikan pasokannya kepada Chevron guna mendukung lifting migas. Namun, akibatnya pasokan gas untuk PT PLN dan pelanggan jadi tergerus.
"Bukan hanya menghemat Rp5,5 triliun saja, namun yang lebih penting pasokan dalam negeri juga terpenuhi. Itulah harapan kami," ujar Direktur Utama, PT PGN, Hendi Priyo Santoso, saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR RI Jakarta, (02/02).
Hendi mengatakan, akibat pengalihan pasokan gas tersebut, pihak PGN mau tidak mau harus mengurangi pasokan gas dalam jumlah yang sama. Selain itu, pihaknya juga mengecam rencana BP Migas yang akan menyalurkan gas dari Jambi Merang untuk kebutuhan Chevron sebesar kurang lebih 85 MMscfd dalam waktu dekat ini.
Untuk itu, pihaknya meminta dukungan pemerintah melalui BP Migas dan Dirjen Migas untuk memastikan gas dialihkan ke Chevron tersebut dapat dialirkan kembali ke Jawa Barat dan tidak untuk diekspor. [jin]