Rabu, 23 Juli 2014 | 10:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Amerika Akan Segera Bangkrut?
Headline
foto: istimewa
Oleh: Vina Ramitha
ekonomi - Senin, 21 Februari 2011 | 05:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Washington – Amerika Serikat (AS) sedang tercekik parah. Defisit anggaran negara melambung dan mereka kesulitan membayar utang. Apakah perekonomian terbesar dunia ini diambang kebangkrutan?

“Kekuatan dolar Amerika sebagai mata uang dunia sedang dipertaruhkan. Negara ini berjuang keras membayar utang-utangnya. Ada ancaman kegagalan, dan ini akan menjadi lembar sejarah baru kita,” papar Senator Dick Durbin dari Partai Demokrat.

Seperti sebagian besar negara di dunia, Amerika mengumpulkan kas negara dari pajak dan berbagai macam pinjaman. Hingga kini, utang AS sudah mencapai batas rekor tertinggi di level US$14,3 triliun.

Dampak defisit anggaran akibat utang pun luar biasa besar. Kementerian Keuangan AS bisa tak memiliki dana untuk membayar gaji, pensiun dan misi-misi Amerika di seluruh penjuru dunia. Dolar pun kehilangan muka sebagai salah satu mata uang terpercaya. Posisi Amerika sebagai perekonomian dunia juga bakal sulit dipertahankan.

Kini, Washington membutuhkan dana yang harus tersedia dalam hitungan pekan untuk membayar utang-utangnya di luar negeri, termasuk ke China. Hal ini menimbulkan wacana untuk menaikkan batas total utang.

Namun, beberapa anggota oposisi dari Partai Republik sudah menyatakan takkan memberi suara bagi wacana ini. Sebab, Amerika harus mengurangi utang dengan menurunkan pengeluaran, bukan malah menambahnya.

Hal ini diungkapkan Senator Pat Toomey, yang berpendapat Kongres (DPR) AS tidak bertanggung jawab jika sepakat untuk menaikkan batas utang. “Sungguh kekanak-kanakan, jika kita menaikkan batasan utang dan melanjutkan bisnis seperti biasanya. Sangat tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sementara parlemen AS tengah mendiskusikan kemungkinan memangkas US$61,5 miliar dari APBN yang berlaku saat ini. Pemotongan sudah dilakukan sana-sini, untuk menyeimbangkan anggaran demi kebijakan-kebijakan baru Obama seperti Reformasi Kesehatan.

Ketua Kongres AS John Boehner menyatakan, tak ada jalan selain melakukan pemotongan pada RAPBN yang diajukan Obama. “Jika kami berkata akan memangkas anggaran belanja, lihat bibir saya, maka kami akan memotongnya,” papar Boehner yang semula mengajukan pemotongan RAPBN hingga US$32 miliar.

Demokrat berencana mengecilkan defisit yang per tahun ini diprediksikan mencapai US$1,65 triliun atau sekitar 10,9% dari PDB Amerika. Obama sebenarnya memiliki beberapa rencana untuk mengurangi belanja negara. Namun sayang, Amerika sudah terdesak karena pemulihan ekonomi ternyata berjalan lambat.

Pemerintahan dari Tokyo hingga Toronto, dengan berbagai macam bentuk dan kapasitas, berjuang keras mengatur anggaran negara. Tak terkecuali AS, melalui pengumuman Presiden Barack Obama mengenai anggaran multi triliunan.

Meskipun Washington harus segera memutuskan anggaran negara paling lambat 4 Maret, parlemen tampaknya bisa berdebat berbulan-bulan, sebelum akhirnya RAPBN 2012 ini diratifikasi. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
annisa al-farizah
Senin, 7 Maret 2011 | 10:36 WIB
yup. sepakat!
Condro
Minggu, 27 Februari 2011 | 08:40 WIB
Amerika negara yang tidak diberkahi, banyak orang pandai, banyak orang kaya tapi gak mau menolong negaranya. Amerika termakan idiologinya sendiri yang mengajarkan sifat individualis
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER