Kamis, 2 Oktober 2014 | 13:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kerjasama Pemda NTB-Multicapital Merugikan
Oleh:
ekonomi - Kamis, 23 Juli 2009 | 18:28 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Marwan Batubara menilai, kerja sama pembelian saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) antara Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan PT Multicapital akan merugikan daerah.

"Kami sangat yakin kerja sama itu bakal merugikan negara," katanya di Jakarta, Kamis (23/7). Menurut dia, komitmen Multicapital memberikan dana kepada daerah senilai empat juta dolar AS per tahun belumlah sebanding dengan keuntungan NNT.

Ia mencontohkan, laporan keuangan NNT tahun 2008 mencatat perusahaaan tambang tersebut mendapatkan keuntungan sebelum pajak sebesar 219 juta dolar AS.

Dengan angka keuntungan tersebut daerah seharusnya mendapat 5,48 juta dolar AS. "Namun, berdasarkan kesepakatan dengan Multicapital, daerah hanya mendapat empat juta dolar AS atau ada selisih 1,48 juta dolar AS," ujarnya.

Kerugian itu, tambahnya, akan bertambah besar jika pemda menguasai penuh 10 persen saham divestasi NNT dan juga dari setiap pembelanjaan modal dan operasional NNT.

Marwan juga mengatakan, berdasarkan laporan keuangan tahun 2008, biaya produksi emas tercatat hanya 505 dolar AS per troy ounce dan tembaga 1,68 dolar AS per pon.

Padahal, harga rata-rata emas dan tembaga tahun 2008 masing-masing mencapai 872 dolar per troy ounce dan 3,15 dolar AS per pon. "Dengan demikian, keuntungan NNT sebelum bunga investasi tahun 2008 mencapai 42-47 persen. Marjin itu sangat sayang jika tidak dimanfatkan daerah ataupun BUMN," ujarnya.

PT Daerah Maju Bersama (DMB) dan PT Multicapital di Mataram, Kamis, menandatangani pembentukan perusahaan patungan PT Multi Daerah Bersaing (MDB) yang akan mengelola 10 persen saham divestasi NNT senilai 391 juta dolar AS.

DMB merupakan perusahaan patungan tiga pemda yakni Propinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Sumbawa dengan komposisi kepemilikan masing-masing 40 persen, 40 persen, dan 20 persen.

Sedang, Multicapital merupakan anak perusahaan PT Bakrie Capital Indonesia. Sesuai kesepakatan, komposisi kepemilikan MDB yang akan menjadi acuan pembagian dividen adalah 75 persen Multicapital dan 25 persen DMB.

Kesepakatan lain, DMB akan mendapat dividen minimal empat juta dolar per tahun, dana pengembangan kemasyarakatan, dan hasil pengelolaan pabrik pengolahan tambang. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER