Kamis, 17 Mei 2012 | 05:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Laporan Perjalanan Airbus A320 ke Bandung
Lari dari Jakarta Bersama AirAsia
Headline
inilah.com/Syamsudin Nasution
Oleh: Ellyzar Zachra PB
ekonomi - Selasa, 5 April 2011 | 15:13 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Katanya, Jakarta layaknya Las Vegas. Pagi tadi, untuk kesekian kali, saya harus bertaruh dengan waktu saat macet, bertaruh dengan nyawa saat motor melintas sembarang. Saya rasa, saya akan menikmati pelarian diri sejenak dari rutinitas Jakarta bersama AirAsia.

Kontras dengan riuhnya pagi Jakarta, sekitar pukul 07:30 WIB, saya sudah sampai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang lenggang. Disambut ramah dengan pihak AirAsia di lounge khusus mereka, saya dan beberapa teman wartawan lain menuju ruang tunggu untuk sejenak berbincang menanti keberangkatan menuju Bandung pukul 09:30 WIB.

Kami tentu tidak sendiri. Perjalanan selama kurun 28 menit yang menyenangkan itu bersama para komisaris AirAsia, beberapa pihak dari Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II.

Mengusung kualitas pelayanan, untuk peluncuran pertama ini pun, AirAsia tepat waktu. Rombongan Jakarta menuju pesawat Airbus A320 menggunakan mobil khusus sebagai bagian dari pelayanan.

Memasuki kabin pun, saya cukup dikejutkan dengan luas dan lapang bagian dalam pesawat. Awalnya, saya tidak percaya dengan kualitas tinggi berbiaya rendah. Tapi, ini sebuah ‘kenyataan’ yang bisa diraih dalam penerbangan AirAsia.

Menurut keterangan Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi kepada INILAH.COM, AirAsia sengaja memperkenalkan kabin yang luas di mana tiga tempat duduk di kanan dan tiga tempat duduk di kiri jalur tengah berjarak cukup lebar.

"AirAsia menawarkan Airbus A320 yang menawarkan kabin luas, teknologi tinggi dan jarak antarkursi yang lebih lebar. Selain itu, kami juga memperkenalkan teknologi layar sentuh untuk fitur informasi seatbelt, misalnya," kata Dharmadi sambil tersenyum.

Dalam perjalanan singkat itu, saya sempat berbincang pula dengan Direktur Operasional Penerbangan AirAsia Indonesia, Sonny M Sasono, yang kebetulan duduk di sebelah saya. Ia menuturkan bahwa AirAsia memang berambisi untuk menjadi maskapai populer dan terpandang di Indonesia.

“Kami sudah berhasil mengungguli nett revenue Garuda loh di 2010 ini,” kata Sonny dengan nada bangga. Wajar. AirAsia Indonesia di 2010 ini memiliki nett revenue sebesar Rp350 miliar dan berambisi meningkatkan keuntungan menjadi Rp520 miliar di 2011.

Meski mengudara dalam kurun waktu singkat, AirAsia tidak melupakan kebutuhan rombongan yang mungkin belum sarapan. Kami disediakan sandwich dan air mineral. "Makan mbak. Mungkin tadi belum sarapan," ujar Sonny yang menawarkan keramahan. Salah satu budaya Indonesia yang saya sukai dalam lingkup komunikasi interpersonal.

Melirik ke jendela pesawat, saya disuguhi pemandangan Jakarta-Bandung berukuran 'mini'. Warna hijau menyegarkan mata kami yang sebelumnya lelah dengan suasana 'abu-abu' Jakarta.

Sesampainya di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, rombongan juga dikejutkan dengan sambutan menarik. Tampak puluhan penari, marching band dan pemain musik yang mayoritas menggunakan pakaian bewarna merah. Warna unggulan AirAsia.

Kami juga disambut dengan karpet merah dan kalungan bunga, layaknya artis saja, pikir saya. Kebahagian tidak hanya itu. AirAsia memberikan lima tiket gratis ke luar negeri untuk wartawan yang beruntung via undian.

Walaupun cuma satu hari, AirAsia memberikan keceriaan kepada kami. Sontak saya langsung ingat motto AirAsia. "Kini, siapapun bisa terbang."

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
Rudi Erlan
Minggu, 24 April 2011 | 18:52 WIB
kapan ada air asia dari jakarta ke lubuk linggau
Aang Pratama
Rabu, 6 April 2011 | 17:54 WIB
@edie iskandar : Surabaya-Singapura belum diberi ijin oleh pihak Singapuranya, pak.
Eddy Yohanes
Rabu, 6 April 2011 | 06:49 WIB
Kalo sby-Dpsr sdh penuh oleh Lion sampai 10 penerbangan sehari,banyakm orang inginkan terbang dr sby- ke papua berangkat tengah malam, sampai pagi dan tidur nyenyak dlm perjalanan dan jangan dibangunin krn transit, saya kira Air Asia bisa !
Robby
Rabu, 6 April 2011 | 06:39 WIB
Apakah pelayanan yang diberikan seperti itu karena masa promosi?
edie iskandar
Selasa, 5 April 2011 | 15:28 WIB
kapan, ada air asia dari surabaya ke singapura , surabaya ke jogja dan surabaya ke denpasar... jangan hanya dari jakarta doang ...
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.