Jumat, 31 Oktober 2014 | 00:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Milik Siapa 14% Saham Newmont?
Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh: Makarius Paru
ekonomi - Rabu, 26 Agustus 2009 | 20:45 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta Sebulan ini, pemberitaan divestasi 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) makin panas. Meskipun pemerintah daerah dipastikan mengambil jatahnya, namun tidak ada kejelasan lebih lanjut, tentang komposisi saham atau lead konsorsium.
Jika merunut pada keputusan arbitrase, jatah saham 14%, jatah 2008 dan 2009, sebenarnya jatuh kepada pemerintah pusat. Namun, pemerintah beberapa waktu lalu memutuskan kalau saham tersebut jatuh kepada pemerintah pusat dan daerah.
Hal ini diperkuat dengan pernyataan Juru Bicara PT NNT, Rubi Purnomo yang mengatakan kalau pihaknya sudah menerima surat resmi pemerintah Indonesia kalau saham 14% diambil pemerintah.
"Mengenai 14% saham 2008 dan 2009 kami sudah mendapat pemberitahuan resmi bahwa pemerintah Indonesia akan membelinya. Untuk sementara itulah putusan akhir yang diterima pihak Newmont," kata Rubi kepada INILAH.COM, kemarin.
Ketidakjelasan itu membuat masyarakat bertanya-tanya tentang komposisi saham divestasi tersebut. Apakah sahamnya dibagi separuh-separuh, atau langsung membentuk konsorsium bersama. Pertanyaan tidak sampai disitu siapa yang menjadi lead konsorsium, apakah pemerintah daerah atau pemerintah pusat.
Meskipun kementerian BUMN dan Pemerintah Propinsi NTB saling menginginkan posisi lead konsorsium namun, pihak Menteri Keuangan, selaku tim yang menentukan pembeli saham Newmont, belum juga membuka suara sebagai akhir divestasi ini.
Perang opini publik silih berganti dibangun. kemarin giliran Pemerintah Propinsi NTB yang mengumbar pernyataan kalau Menteri Keuangan telah memberi mandat untuk menjadi lead konsorsium pembelian 14% senilai US$ 493,6 juta, bahkan memberikan jaminan atas 31% saham Newmont.
Saham yang akan didivestasikan sebesar 31% akan menjadi milik Pemda dan tidak dipisah-pisah," ujar Gubernur NTB HM Zainul Majdi di Mataram, Selasa (25/8). Pemda yakin mampu mendapatkan semua saham divestasi Newmont, mengingat dalam sejarah divestasi, pemerintah pusat tidak pernah mengambil haknya.
Apalagi hal tersebut telah termaktub dalam kontrak kerjasama Pemda NTB dengan PT Multi Capital (Group Bakrie). Zainul Madji pada beberapa kesempatan menjelaskan kalau perikatan yang dilakukan Pemda NTB dengan Multi Capital mencakup seluruh jatah divestasi Newmont sebanyak 31%. Yaitu 14% jatah 2008 dan 2009 yang sedang diperebutkan, dan jatah divestasi 2010 sebesar 7%,katanya.
Gubernur juga mengungkapkan kekesalannya kepada BUMN Pertambangan. Pasalnya, saat pemerintah NTB melakukan beauty contest guna membeli 10% saham divestasi jatah pemda, tidak satu pun perusahaan BUMN tambang yang maju. Kenapa BUMN hanya menginginkan yang 14% saja, keluhnya.
Terlepas dari benar tidaknya pemberitaan tersebut, yang pasti berita Pemda sudah sah jadi lead konsorsium telah membuat para petinggi di kementerian BUMN malam kemarin kebakaran jenggot.
Pasalnya, beberapa waktu lalu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menunjuk PT Aneka Tambang (ANTM) yang menjadi lead konsorsium. Pemerintah bahkan sudah membentuk tim yang dimotori Menteri Keuangan, Menteri ESDM dan Menteri BUMN. "Saya nggak tahu, dan saya nggak bisa komentar soal itu,"jawab menteri BUMN, Sofyan Djalil di Jakarta, Selasa (25/8) malam.
Menurut Sofyan, saat ini surat keputusan (SK) Menteri Keuangan sudah ada. SK tersebut menunjuk Menko Perekonomian sebagai ketua tim yang memutuskan soal divestasi ini. Namun sampai sekarang belum ada keputusan apa-apa. "Belum ada keputusan yang bilang begitu. Yang jelas kami tetap optimistis bahwa pemerintah akan ambil," ungkapnya.
Di tengah polemik antara pusat dan daerah, dukungan bulat ke Pemda telah datang dari kelompok Senayan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Komisi VII beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan dengan pihak Pemda dan 100% mendukung upaya Pemda mendapatkan semua saham divestasi PT NNT. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER