Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 2 Agustus 2015 | 15:16 WIB
Hide Ads

Pemda Jabar Akan Bangun 3 Ruas Tol Tahun Ini

Oleh : Mosi Fajarwati Retnani | Kamis, 19 Mei 2011 | 13:44 WIB
Pemda Jabar Akan Bangun 3 Ruas Tol Tahun Ini
IST

INILAH.COM, Jakarta - Pemda Jawa Barat akan membangun tiga ruas jalan tol untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung dan sekitarnya dan pembangunannya akan dilakukan tahun ini.

"Kita merencanakan ada tiga tol baru yang tentu akan memperlancar transportasi di Bandung dan sekitarnya," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmadi Heriawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (19/5).

Ketiga ruas tol tersebut adalah jalan tol BUTR (Bandung Intra Urban Tol Road) yang akan membentang mulai dari Pasteur, Ujung Berung sampai ke Cileunyi dan jalan tol Cisumdau (Cileunyi, Sumedang, Dauwan). "Jadi kepadatan kota akan berkurang. Karena kota Bandung menjadi padat karena dilewati sehingga itu akan mengatasi kepadatan," ujarnya.

Ruas yang terakhir adalah pembangunan tol Saroja (Soreang-Pasir Koja). Pembangunan ruas tol ini dimaksudkan agar dapat mengurangi kemacetan kawasan industri di Kota Bandung.

"Di situ banyak kawasan industri, kawasan perekonomian, perlu ada jalur yang menghubungkan antara kawasan industri Kabupaten Bandung (Soreang) ke kota Bandung-nya. Kan itu cukup padat. Kalau tol jadi kan ini jadi cukup lancar. Kemudian kereta api seperti Bandung-Rancaekek, Bandung-Garut, itu akan ada revitalisasi," paparnya.

Untuk anggarannya sendiri, lanjut Ahmad, masih dalam perhitungan.
"Anggarannya nggak hapal. Yang jelas untuk tol BUTR saja anggaran pembebasan lahan ditambah untuk kontruksi mencapai Rp8 triliun. Itu baru satu, belum menghitung pembangunan tol lainnya," tuturnya.

Kendati demikian, ia mengatakan saat ini anggaran yang dibutuhkan telah tercukupi dari APBN dan BUMD. "Ini untuk konstruksi melibatkan APBN, adapun pembebasan lahannya oleh BUMD Jawa Barat. Kalau presentasinya total, dalam arti konstruksi seluruh dari APBN, dan pembebasannya seluruh oleh BUMD," jelasnya.

Sementara terkait pembebasan lahan, ia mengungkapkan, telah dituntaskan.
"Terkendalanya kan dulu awalnya masalah biaya yang sharing antara pusat, provinsi dan daerah. Kalau sekarang kan sudah dipastikan dijamin oleh BUMD seluruhnya. Kan BUMD menyanggupi setahun pembebasan lahan, tadinya terkendala selama 6 tahun, oleh BUMD diusahakan akan diselesaikan setahun minimal yang diperlukan untuk pembangunan setahun ini, jadi ya bisa teratasi," paparnya.

Selain pembangunan ruas toal untuk mengatasi kemacetan, ia mengatakan, pemda akan kembali mengoperasikan Trans Metro Bandung (TMB) yang saat ini belum berjalan sepenuhnya. Maklum saja, pasalnya saat ini tersendatnya pengoperasian TMB lantaran timbulnya penolakan dari angkutan umum yang beroperasi di jalur perlintasan TMB tersebut.

"Sebagian sudah beroperasi, Insyallah ke depannya bisa seluruhnya. Kalau kendala yang teknis dan lebih detail itu tanya di Walikota, tapi secara umum tentu kesiapan infrastruktur kesipan masyarakat perlu manajemen kemanusiaannya. Kan kebijakan publik itu tidak ada yang bisa memuaskan kepentingan orang. Kebijakan publik itu kan harus ditimang-timang mana yang paling menguntungkan bagi kita," tandasnya.

Yang pasti, dalam jangka pendek untuk mengatasi kemacetan tentunya harus ada manajemen transportasi yang diperbaiki. "Angkutan umum diperbaiki, karena angkot kecil itu banyak kendarannya tapi yang diangkut itu sedikit. Kita kedepan kan harus mengembangkan publik transportasi dimana mobilnya satu tapi yang diangkut banyak. Kita akan mengkoordinasi dengan walikota masing-masing," paparnya. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.