Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 14:31 WIB

Pemasaran Reksa Dana Kini Tidak Mengandalkan Bank

Oleh : Agustina Melani | Kamis, 2 Juni 2011 | 13:59 WIB
Pemasaran Reksa Dana Kini Tidak Mengandalkan Bank
Foto: Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pengelola Reksa Dana menyambut positif apabila mekanisme saluran pemasaran reksa dana ditambah. Selama ini pemasaran reksa dana didominasi lewat perbankan.

"Kita sambut positif langkah-langkah menjajaki alternatif agen penjual reksa dana maupun dengan memanfaatkan fasilitas elektronik," ujar Direktur Utama PT Manulife Aset Management Indonesia Legowo Kusumonegoro lewat pesan singkat yang diterima, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, suspensi layanan wealth management di 23 bank membuat industri reksa dana lebih sadar bahwa selama ini jalur pemasaran reksa dana terkonsentrasi melalui perbankan.

Sementara itu, Direktur Utama PT OSK Nusadana Securities Indonesia Halim Susanto menuturkan, pihaknya juga menyambut positif apabila mekanisme pemasaran reksa dana dapat dilakukan melalui financial planner. Selain itu, penambahan unit (top-up) reksa dana juga lewat internet banking dan sms banking pun disambut positif. "Saya rasa itu bagus jadi investasi di saham tidak hanya dari electronic chanel tapi juga reksa dana," ujar Halim.

Seperti diketahui, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia Abiprayadi Riyanto mengatakan penambahan saluran pemasaran lewat financial planner (penasehat keuangan) dapat memperluas basis investor di Indonesia.

Selama ini penasehat keuangan melakukan perjanjian dengan kliennya dengan sistem satu arah. Penasehat keuangan tidak melakukan akad dengan Manajer Investasi (MI). Abi mencontohkan, seperti di negara India di mana sistem telah mengatur mekanisme perjanjian antara investor, penasehat keuangan dan MI.

Dengan jumlah penasihat keuangan yang mencapai 2,5 juta orang dapat meningkatkan jumlah investor dan tidak hanya mengandalkan manajer investasi. "Di sana penasehat keuangan sudah lisensi terstruktur. Selama ini transfer sendiri. Untuk sistem seperti ini butuh big IT process," tambah Abi.

Selain itu, mekanisme penambahan unit (top up) reksa dana pun diharapkan dapat dilakukan melalui internet banking dan sms banking. Abiprayadi menuturkan, penambahan unit dengan internet banking dan sms banking serta penambahan saluran pemasaran reksa dana itu membutuhkan penyesuaian aturan. Pihaknya mengharapkan penyesuaian aturan industri reksa dana dapat selesai akhir tahun ini. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x