Rabu, 19 Juni 2013 | 10:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Dinilai tak Siap Batasi BBM Bersubsidi
Headline
Anggito Abimanyu
Oleh: Mosi Fajarwati Retnani
ekonomi - Selasa, 14 Juni 2011 | 16:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Ekonom Anggito Abimanyu menilai, pemerintah tidak konsisten dalam rencana penerapan pembatasan BBM bersubsidi.

Menurutnya, ketidakkonsistenan ini terlihat dari pemerintah yang hingga kini belum memutuskan kebijakan mana yang akan dilakukan meski telah melakukan kajian. "Pemerintah tidak menaikkan harga BBM tapi juga tidak melakukan pembatasan penggunaan BBM," ujar Anggito saat berdiskusi dengan wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (14/6).

Ia menilai, sudah seharusnya pemerintah melakukan uji coba pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Pasalnya, dengan langkah ini, pemerintah bisa mengetahui pihak mana saja yang harus mendapat perlindungan apabila nanti terjadi kenaikan harga BBM. "Misalnya dengan sistem cash back yang dulu pernah saya usulkan," ujarnya.

Sayangnya, lanjut Anggito, pemerintah ternyata tidak juga melakukan uji coba. "Ibu Evita (Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi) mengatakan uji coba akan ditunda September," ujarnya.

Menurutnya, dari sisi inflasi, pemerintah memang sudah terlambat apabila ingin menerapkan kebijakan tersebut karena bulan deflasi yaitu April-Mei 2011 telah terlampaui "Dari sisi inflasi sudah terlambat," ujarnya.

Kendati demikian, ia menyatakan, pembatasan BBM bersubsidi tetap bisa dilakukan pada tahun ini. Walau dengan konsekuensi harus menambah beban subsidi. "Ya tidak apa-apa dilakukan September, tapi bebannya akan dipindah ke tahun depan," ujarnya.

Dan dengan kondisi harga minyak yang melambung serta posisi rupiah saat ini, maka pemerintah harus menambah subsidi sebesar Rp15-20 triliun. "Itu yang pemerintah harus nombok," ujarnya.

Ia sebagai bagian dari tim pengkaji pembatasan BBM bersubsidi mengaku kecewa karena pemerintah telah mengabaikan hasil kajian tim."Saya kecewa, rekomendasi tim bukannya ditolak DPR, tapi tidak diajukan pemerintah ke DPR," pungkasnya. [cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.