Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 03:05 WIB

Lagarde Jadi Bos IMF

Sinyal Ketidakkompakan Negara Berkembang

Oleh : Mosi Fajarwati Retnani | Rabu, 29 Juni 2011 | 16:56 WIB
Sinyal Ketidakkompakan Negara Berkembang
Christine Lagarde - IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Terpilihnya Christine Lagarde sebagai bos International Monetary Fund (IMF) mensinyalkan negara berkembang dalam IMF belum kompak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, ketika dikonfirmasi mengenai terpilihnya Lagarde. Menurutnya, kemenangan Lagarde bukanlah hal yang mengejutkan.

"Kemenangan tidak mengejutkan karena Eropa masih ingin dominan," ungkapnya melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (29/6). Ia berharap, Lagarde tetap dapat memperhatikan Asia dan negara-negara berkembang terutama Indonesia.

Hal ini sehubungan dengan Indonesia sebagai anggota forum ekonomi G-20 mewakili negara berkembang yang menjadi pusat pertumbuhan. G-20 memperjuangkan kestabilan ekonomi dan antisipasi krisis global. "Melalui terpilihnya Lagarde, diharapkan apa yang diperjuangkan lewat G-20 dapat terealisasi," ungkapnya.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde resmi terpilih menjadi Managing Director IMF pada Selasa kemarin. Perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di IMF ini diharapkan bisa menyelesaikan krisis utang yang terjadi di Yunani yang mengguncang stabilitas dari zona Euro.

Perempuan berusia 55 tahun yang juga ibu dari dua anak yang juga menjadi Menteri Keuangan Perancis pada 2007 dipilih oleh sebanyak 24 anggota dewan eksekutif. Amerika Serikat, stakeholder IMF terbesar dengan hampir 17 persen dari suara. Sebelum terpilihnya Lagarde, beberapa kandidat lain sempat mencuat. Agustin Carstens dari Meksiko merupakan saingan terberat Lagarde.

Kendati demikian Lagarde harus mendapatkan dukungan dari kekuatanbaru seperti China dan Rusia, di mana kekhawatiran atas stabilitas zona Euro disertai oleh kekhawatiran bahwa dia akan terlalu fokus pada Eropa, dan tidak mampu mengambil sikap netral.

Komentar

x