Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 15:34 WIB

Impor Sapi Distop, Tekan Defisit Dagang Australia

Oleh : Mosi Fajarwati Retnani | Jumat, 1 Juli 2011 | 15:20 WIB
Impor Sapi Distop, Tekan Defisit Dagang Australia
inilah.com/Nury Sybli
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemberhentian impor daging sapi memberikan dampak positif bagi neraca perdagangan dengan Australia karena akan menekan defisit yang selama ini terjadi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (1/7). "Pemberhentian impor sapi, ini akan berkurang impornya. Maka defisit dengan Australia akan berkurang karena selama ini selalu defisit dengan mereka," paparnya.

Berdasar data impor Mei 2011 dibanding April 2011, defisit yang tercatat mencapai 9,5% atau dari US$386,5 juta menjadi US$349,8 juta. Menurut Rusman, angka ini lebih rendah bila dibanding data umumnya. Seperti diketahui, mulai Mei 2011 Australia memberlakukan pemberhentian impor daging sapi ke Indonesia selama 6 bulan.

Sementara mengenai potensi Indonesia dalam swasembada daging sapi, ia menyatakan, berdasar sensus yang baru saja dilaksanakan pihaknya Indonesia sudah siap melaksanakannya. Hanya saja harus terlebih dahulu memperbaiki sistem distribusi daging sapi, salah satunya dengan menambah jumlah pasar hewan. "Kita ingin kalaupun begitu impor itu hanya kualitas tertentu saja," ujarnya.

Berdasar hasil sensus sapi yang berakhir pada Juni lalu, total sapi dan kerbau mencapai 16.077.192 di seluruh Indonesia. Dengan jumlah kerbau 1.258.319, total sapi 14.818.873. Sementara untuk sapi potong 14.253.732 dan sapi perah 565.141. Jumlah terbesar Jatim 4,7 juta, Jateng 2,1 juta dan Sulsel 1 jutaan. angka ini baru mencapai 99,1% dari total survei karena belum seluruh daerah tuntas disensus. [cms]

Komentar

x