Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:26 WIB

Penyelundup BlackBerry Bebas, Jaksa Siap Kasasi

Oleh : Charles MS | Jumat, 15 Juli 2011 | 15:40 WIB

Berita Terkait

Penyelundup BlackBerry Bebas, Jaksa Siap Kasasi
Foto : ilustrasi

INILAH.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum kasus penggelapan 30 kontainer berisi Blackberry dan minuman keras (miras) akan menempuh upaya kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta membebaskan Jonny Abbas yang sebelum divonis 22 bulan penjara.

Menurut JPU dari Kejaksaan Tinggi Jakarta Trimo, pihaknya akan segera melakukan kasasi. "Kami akan segera melakukan langkah kasasi," tandasnya saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (15/7).

Saat ditanya kapan akan dilayangkan kasasinya, dia hanya mengatakan "Segera, toh waktunya masih 14 hari lagi toh."

Sebelumnya diberitakan Rabu pekan lalu Pengadilan Tinggi DKI Jakarta membebaskan Jonny Abbas. Menurut Ketua Majelis Hakim Celine Rumansi pengadilan memerintahkan membebaskan terdakwa atau dikeluarkan dari tahanan, serta memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan serta harkat dan martabatnya.

Majelis hakim banding membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 80/Pid.B/2011/PN/JKT.PST tanggal 14 April 2011 yang menghukum Jonny Abbas 1 tahun 10 bulan (22 bulan) penjara. Menurut Celine, Jonny Abbas tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana dalam dakwaan pertama dan kedua jaksa penuntut umum (JPU), yaitu penggelapan atau pemalsuan surat seperti yang diatur dalam pasal 378 KUHP, pasal 372 KUHP.

Putusan ini dirasa janggal sebab, 14 April lalu, dalam persidangan pertama, Direktur PT Prolink Logistic Indonesia ini telah terbukti bersalah melakukan tindakan penipuan dan penggelapan. Dia dinyatakan melakukan kejahatan secara bersama-sama dengan Nurdian Cuaca alias Pardin.

Menurut Ketua Majelis Hakim Herdi Agusten, Johnny secara sah terbukti menipu Harry Mulya. Harry lewat anak buahnya, Kim Sutandi memberikan uang Rp1,2 miliar dan US$170 ribu kepada Johnny untuk mengurus pengembalian 30 kontainer itu.

Tak hanya itu, soal dugaan kuat terjadi tindak pidana penipuan dan penggelapan juga telah diperkuat oleh hasil gelar perkara yang dilakukan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri pada Jumat 17 Juni lalu. Gelar perkara ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses penyidikan yang dilakukan Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam kasus yang melibatkan Nurdian Cuaca dan Jonny Abbas sudah sesuai prosedur serta aturan yang berlaku.

Dalam gelar perkara yang berlangsung sekitar dua jam itu, para penyidik menyampaikan keterangan soal proses yang telah mereka lakukan. Akhirnya disimpulkan bahwa proses hukum yang dilakukan telah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Sebelumnya juga Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan Nurdian Cuaca alias Pardin sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus hukum reekspor 30 kontainer yang berisi Blackberry.

Surat penetapan tersangka dan DPO Nurdian Cuaca terungkap dalam surat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yan Fitri H. kepada Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi bernomor B/9313/IX/2010/Datro tertanggal 17 September 2010.

Komentar

Embed Widget
x