Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 18:13 WIB

MP3EI Tak Mampu Dorong PDB hingga 10%

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Senin, 25 Juli 2011 | 17:31 WIB
MP3EI Tak Mampu Dorong PDB hingga 10%
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Anggito Abimanyu - ansel-boto.blogspot.com

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tidak bisa hanya bergantung pada program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk mencapai pertumbuhan sekitar 10%.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Anggito Abimanyu mempertanyakan rencana kesiapan program MP3EI yang diluncurkan pemerintah. Faktor geliat ekonomi China harus masuk menjadi pertimbangan pemerintah. Pasalnya, China mulai mempengaruhi pergerakan ekonomi global.

"Bagaimana faktor China mempengaruhi Indonesia, bagaimana global mempengaruhi, apakah MP3EI sudah memperhitungkan pengaruh China. Ada matriks (MP3EI) yang tidak tercapai pada Juli, ada beberapa undang-undang pemerintah dan peraturan menteri yang menjadi pra syarat itu bisa dilaksanakan sehingga menjamin MP3EI agar bisa terlaksana," paparnya di Jakarta, Senin (25/7).

Menurutnya, target pemerintah dalam MP3EI sangat tidak realistis. Berdasarkan perhitungannya, pada tahun 2025 Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia baru bisa mencapai 7% atau sekitar US$3 triliun dengan pendapatan per kapita Rp10.000.

Sementara pemerintah menargetkan melalui MP3EI pada 2025 PDB sebesar 10,4% atau US$4,3 triliun dengan pendapatan per kapita Rp14.462-15.300.

"Mungkin gak kita tumbuh 10 persen, saya ambil contoh China selama 15 tahun.

China tumbuh 10 persen tiap tahunnya rasio investasi 40 persen terhadap total pertumbuhan. Jadi untuk 10 persen dibutuhkan 40 persen investasi, India 8 persen untuk investasi 40 persen. Indonesia tahun 2009 baru 30 persen investasi, dibutuhkan tambahan investasi 10 persen dari base line. [hid]

Komentar

Embed Widget
x