Minggu, 21 September 2014 | 00:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Cermati Tawaran Bunga Deposito
Headline
Bunga deposito selalu berada di bawah BI Rate sehinga jenis investasi deposito kurang diminati karena imbal hasil yang kurang menjanjikan. - iPhA/Subekti
Oleh: Asteria
ekonomi - Jumat, 14 Maret 2008 | 10:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Suku bunga BI (BI Rate) bertahan di level 8%. Suku bunga perbankan pun berubah. Nasabah dituntut lebih cermat memperhatikan selisih bunga ini agar bisa memetik keuntungan maksimal.
Dalam Rapat Dewan Gubernur BI, pekan lalu, BI Rate ditetapkan di level 8%. Itu karena BI lebih mengkhawatirkan potensi inflasi akibat tinginya harga pangan dan minyak dunia dibandingkan disparitas suku bunga yang lebih besar dengan The Fed (3%).
Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, keputusan BI mempertahankan BI Rate adalah keputusan terbaik. "Tentunya, selama dua bulan ini inflasi merupakan satu faktor yang harus disikapi," ujarnya.
Selama ini, faktor BI Rate menjadi acuan bagi tingkat bunga kredit dan simpanan, termasuk deposito. Selama ini, bunga deposito selalu berada di bawah BI Rate sehinga jenis investasi deposito kurang diminati karena imbal hasil yang kurang menjanjikan.
Dengan kisaran inflasi setiap tahun yang cukup tinggi -di atas 6%- menjadikan investasi yang memiliki imbal hasil rendah kurang diminati. Apalagi, saat ini makin banyak instrumen investasi lain yang ditawarkan, mulai Obligasi Negara Ritel (ORI), reksadana, hingga saham.
Dengan begitu, berkurangnya simpanan deposito boleh dibilang lumrah terjadi di Indonesia. Tapi, bukan berarti menyimpan dana di deposito tidak menarik. Masalahnya tinggal bagaimana memilih perbankan yang bisa memberikan suku bunga paling menarik.
Menurut data yang dipantau dari beberapa bank di Indonesia, Kamis (13/3), tingkat suku bunga SBI dalam jangka waktu satu bulan adalah 7,93%. Tingkat SBI jangka waktu tiga bulan 8%. Sementara suku bunga tabungan tidak menunjukkan pergerakan dari hari sebelumnya.
Suku bunga perbankan tertinggi untuk bank pemerintah mencapai 6,5%, sedangkan suku bunga tertinggi untuk bank swasta nasional mencapai 7,25%, bank campuran 6,5%, bank pemerintah daerah 8%, dan bank asing 9,25%.
Sementara persentase tingkat suku bunga tabungan terendah berada pada level 0,025% untuk bank pemerintah, 2% pada bank swasta nasional, 0,5% pada bank campuran, 1% pada bank pemerintah daerah, dan 0,25% pada bank asing.
Tingkat agregat deposito dalam rupiah maupun dolar AS juga terus mengalami penyesuaian. Deposito rupiah selama satu bulan mencapai persentase tertinggi 11,25% dibandingkan sebelumnya di 10%.
Deposito rupiah tertinggi selama tiga bulan sama dengan sebelumnya, yaitu 10%, dengan persentasi terendah 0,5%. Deposito rupiah selama enam bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tertinggi adalah 8,75% yang turun dari posisi berturut-turut 10%, 12%, dan 14% dengan nilai terendah 0,5%, 0,5%, dan 2,5%.
Pada tempo satu bulan, tingkat bunga deposito tertinggi dalam rupiah kembali dipegang PT Bank Niaga Tbk setelah sebelumnya dikalahkan tingkat suku bunga 8.25%. Tingkat suku bunga terendah diberikan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) yang meningkat dari posisi 4,75% menjadi 5%.
Tingkat deposito tertinggi dalam dolar AS diberikan Bank Maspion dengan tingkat bunga 5% dan terendah diberikan BII sebesar 1%. Pada tempo tiga bulan, tingkat bunga deposito tertinggi dalam rupiah dipegang Bank Niaga, yakni 8,5%, yang meningkat 0,25% dari deposito satu bulan dan terendah diberikan BII yang tercatat 4,75%.
Untuk tempo 12 bulan, tingkat bunga deposito tertinggi dalam rupiah diberikan Bank IFI, Bank Kesawan, Bank Maspion, Bank Niaga, dan Bank Saudara dengan imbal hasil 8%. Persentase terendah diberikan Bank Danamon yang menggantikan posisi BII dengan 4,5%.
Perubahan suku bunga simpanan yang dilakukan perbankan adalah untuk menyesuaikan dengan BI Rate. Tinggal bagaimana nasabah memilih perbankan dengan tingkat imbal hasil terbesar atas dana simpanannya. [E1/I3]




Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER