Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 07:41 WIB

Pemerintah Mulai Serius Cari Migas ke Timur

Oleh : Tio Sukanto | Sabtu, 30 Juli 2011 | 13:57 WIB
Pemerintah Mulai Serius Cari Migas ke Timur
forexwebs.net
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Pemerintah mengaku mulai serius untuk mengembangkan potensi cadangan migas (minyak dan gas), khususnya yang ada di kawasan Indonesia Timur.

Hal itu dilakukan mengingat sebagian besar lapangan migas yang telah berproduksi saat berada di wilayah Indonesia bagian Barat dan dari sisi produksi juga sudah mulai menurun karena lapangan sudah tua. Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas A. Edy Hermantoro dalam siaran pers yang disiarkan kementerian energi sumber daya dan mineral (ESDM) di Jakarta, Sabtu (30/7). "Kita harus bergerak cepat, tidak hanya konsentrasi (mengembangkan migas) di Indonesia bagian Barat saja, tetapi juga Indonesia bagian Timur," ungkap Edy.

Edy menjelaskan, bahwa sebagian besar lapangan migas di Indonesia bagian Timur umumnya terletak di laut dalam. Oleh sebab, itu dalam pengembangannya dibutuhkan biaya yang lebih besar, karena memang letaknya yang agak rumit. Dari data pemerintah saat ini hany baru ada tiga lapangan yang sudah dikembangkan di wilayah tersebut, yaitu Lapangan Tangguh, Masela dan Donggi Senoro. "Saya kira ini harus digarap serius, sebab masih banyak lapangan lain yang belum dikembangkan di sana," tukas dia.

Sebagian besar wilayah kerja migas yang ditawarkan pada tahun ini, lanjut Edy, juga berada di Indonesia Timur. Dari tahun ke tahun, jumlah kontrak kerja sama (KKS) wilayah kerja migas di kawasan itu, terus bertambah. Pada tahun 2008 dan 2009, tercatat masing-masing 9 kontrak ditandatangani. Sedangkan pada 2010, ditandatangani 5 kontrak.

Berdasarkan data Ditjen Migas, total cekungan yang berlokasi di Indonesia bagian Timur berjumlah 39 cekungan. Cekungan yang telah beroperasi adalah Seram, Salawati, Bintuni dan Bone. Sedangkan cekungan yang telah dibor namun belum berproduksi adalah Banggai, Sula, Biak dan Timur.

Sedangkan cekungan yang belum dieksplorasi adalah Lombok Bali, Flores, Gorontalo, Salabangka, Halmahera Selatan, Weber Barat, Weber, Waropen, Tiukang Besi, Tanimbar, Sula Selatan, Buru, Buru Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Obi Utara, Obi Selatan, Seram Selatan dan Jayapura.

Ada juga 9 cekungan yang telah dibor namun tidak ada penemuan yaitu Akimegah, Buton, Manui, Makassar Selatan, Missol, Palung Aru, Sahul, Sawu, Waipoga dan Lairing

Sejalan dengan rencana pengembangan di Indonesia bagian Barat, banyak peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan investor. Antara lain, pengembangan small scale LNG carrier and receiving terminal dan dan pengembangan industri yang menggunakan migas. Misalnya, pembangunan kompleks industri petrokimia di dekat lokasi sumber gas, seperti yang pernah diusulkan mantan Wapres Jusuf Kalla. [cms]

Komentar

Embed Widget
x