Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 04:51 WIB

Fadel Muhammad

Berang Karena Garam

Kamis, 11 Agustus 2011 | 01:29 WIB
Berang Karena Garam
inilah.com/Syamsuddin Nasution
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Masalah penambah rasa masakan yang bernama garam, ternyata bisa membuat pria yang satu ini berang. Terutama karena melibatkan hajat hidup para petani garam di tanah air.

"Kementerian memutuskan untuk mengambil langkah pemusnahan," tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta, Selasa (9/8) kemarin.

Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana memusnahkan 11.800 ton garam impor dari India yang masuk beberapa waktu lalu. Garam impor senilai Rp 7 miliar tersebut telah disegel petugas Kementerian Kelautan karena tidak memenuhi ketentuan impor di Pelabuhan Ciwandan, Banten. "Kalau dikirim kembali ke sana (India), kapalnya sudah berangkat. Jadi harus sediakan kapal lagi," ujarnya.

Pemerintah telah mengatur impor garam tidak boleh dilakukan dalam waktu satu bulan sebelum panen raya hingga dua bulan setelah panen raya berlangsung, yakni selama Juli-Oktober. Namun, ada kompromi dengan Kementerian Perdagangan yang membahas dua opsi.

Pertama, garam impor yang menyalahi waktu importasi akan diperbolehkan masuk ke dalam negeri, tapi garam yang akan masuk selanjutnya dilarang. Sedangkan opsi kedua adalah garam tersebut boleh masuk tapi importir juga harus menyerap garam rakyat.

Namun, pemusnahan tetap akan dilakukan untuk memberikan efek jera. Terutama karena izin impor garam sudah kedaluwarsa, baru masuk ke Indonesia berbarengan dengan musim panen garam rakyat. "Pengusaha garam yang tidak melaksanakan aturan black list saja," kata pria kelahiran Ternate, Maluku, 20 Mei 1952 ini.

Bernama lengkap Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar, pria yang kerap disapa Fadel ini adalah politikus Indonesia yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009.

Pada pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81% suara. Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan gubernur.

Pada 17 Januari 2007, sehari setelah pencanangan Gerakan Peningkatan Produksi Padi Nasional 2 Juta Ton, Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf melantiknya bersama pasangan wakil gubernur untuk periode kedua. Proses pelantikan berlangsung secara nasional dari Gedung DPRD, Botu (Gorontalo) melalui siaran TVRI.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 73/P/2006 yang berlaku mulai 28 Desember 2006, Mendagri mensahkannya menjadi Gubernur untuk masa kerja 2006-2011. Bersama wakil gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin Gorontalo sejak 2001-2006.

Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hasanah binti Thahir Shahab.

Fadel meraih gelar insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1978. Ketika sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah menolak tawaran beasiswa di Institut Teknologi California.

Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain pernah menjadi salah satu pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional.[mdr]

Komentar

Embed Widget
x