Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 02:22 WIB

Inilah Hikmah Krisis Ekonomi Versi Menkeu

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Rabu, 10 Agustus 2011 | 20:20 WIB
Inilah Hikmah Krisis Ekonomi Versi Menkeu
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan, Agus Martowardojo menilai, krisis yang terjadi saat ini dipicu oleh sikap belanja yang lebih besar dari pendapatan.

"Kalau dari global kan salah satu pelajaran yag harus kita ambil, kamu harus kelola utangmu. Jadi ini juga pesan untuk kamu sebagai pribadi jangan lebih besar pasak daripada tiang, itu pesannya," tuturnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Rabu (10/8).

"Jadi pesan global ini di negara-negara itu ratio debt to GDP-nya dan ratio fiskal defisitnya besar-besar sekali," imbuhnya.

Atas kondisi tersebut, lanjutnya, beberapa pihak diantaranya Asian Development Bank (ADB) mulai mewanti-wanti semua negara termasuk Indonesia agar mewaspdai gejala yang ada.

"Oleh karena itu, negara yang masih stabil gara-gara dia punya debt to GDP di atas 100 persen orang sudah mengkhawatirkan. Jadi yang saya ingin sampaikan pesan, kalau seandainya ADB lihat Indonesia mesti waspada, Indonesia sudah menunjukkan dalam 10 tahun terakhir ini, kita cukup baik konsisten dalam menjaga kesehatan kita, kamu inget 10 tahun lalu debt to GDP ada kisaran 80 persen. Sekarang 26 persen, kan turun . Di negara lain naik sampai diatas 100 persen, bahkan jepang 200 persen, AS 100 persen GDP," paparnya.

Demikian pula, lanjutnya, dengan kondisi fiskal walaupun ada penyesuaian defisit dari 1,8% naik 2,1% defisit. "Tetapi nanti 2012 kita upayakan fiskal defisit itu, turun...terus kemudian yang mau saya sampaikan supaya utangnya jangan besar dan debt to GDP-nya tinggi atau fiskal defisitnya besar," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengatakann dengan menggenjot penrimaan pajak maka akan mampu menekan defisit. "Kalau defisit kecil, ketahanan ekonomi kita semakin baik," jelasnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x