Jumat, 19 September 2014 | 02:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Penyelundup BB Harus Dikejar Seperti Nazaruddin
Headline
poskota.com
Oleh: Charles MS
ekonomi - Kamis, 11 Agustus 2011 | 13:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Pelaku penyelundupan blackberry dari Singapura harus diperlakukan sama seperti kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Hal ini disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman kepada INILAH.COM, Kamis (11/8) saat ditanya tanggapannya tentang belum tertangkapnya pelaku penyelundupan blackberry dari Singapura beberapa waktu lalu. "Sekarang itu mestinya Nurdin Cuaca (pelaku) dan teman-temannya yang lain harus diperlakukan sama seperti Nazaruddin, harus dicari dan diproses," tandasnya.

Sebab, lanjutnya, kunci kasus ini terletak pada Nurdin Cuaca yang bertindak sebagai perantara pengusaha di Singapura dan di Indonesia. Dia juga meminta agar si pengusaha Indonesia yang saat ini masih berada di Tanah Air harus dicekal supaya tidak lari. "Kalu yang sudah kabur ke luar negeri harus dijadikan DPO (Daftar Pencarian Orang) seperti Nazaruddin," tegasnya.

Selain Nurdian Cuaca, ada sejumlah nama buronan yang belum ada tindaklanjutnya hingga saat ini seperti Eddy Gazali, Imam Santoso, David Tjioe, Andy Irawan, Wijayanto Ang, Hartawan Aluwi, Kartolo Yudi, Sherny Kojongian, Wing Laksono, Hendry Guntoro, Sherlu Mandagi, Mariana, Sunja.

Boyamin menduga, ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum untuk tidak menangkap buronan yang telah merugikan keuangan negara itu. Tujuannya, kata dia, agar oknum aparat penegak hukum itu mendapatkan setoran dari para buronan yang dimaksud.

"Saya rasa ada kesengajaan dari oknum aparat penegak hukum untuk tidak menangkap buronan itu,” ujar Boyamin. “Ya, untuk apalagi kalau untuk bargaining agar dapat setoran terus."

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan Nurdian Cuaca alias Pardin sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus hukum reekspor 30 kontainer Blackberry tersebut.

Surat penetapan tersangka dan DPO Nurdian Cuaca terungkap dalam surat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yan Fitri H kepada Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi 17 September 2010.

Menurut polisi status tersangka dan DPO Nurdian Cuaca ditetapkan karena diduga keras melakukan tindak pidana kejahatan penipuan, penggelapan dan pemalsuan. Menurut dia, Nurdian Cuaca dijerat dengan pasal 55 dan 56 KUHP junto pasal 378 KUHP.

Keterlibatan Nurdian Cuaca sejatinya juga terungkap dalam persidangan Direktur PT Prolink Logistic Indonesia, Johnny Abbas yang telah divonis pada 14 April lalu. Johnny menurut sejumlah saksi yang didatangkan dalam persidangan adalah anak buah Nurdian Cuaca dijatuhi hukum 1 tahun, 10 bulan.

Menurut Ketua Majelis Hakim Hakim Herdi Agusten, Johnny terbukti secara bersama-sama dengan Nurdian Cuaca melakukan kejahatan seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum.

Belakangan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan membebaskan Jonny Abbas. Namun, Kejaksaan Agung dan Komisi Hukum DPR menduga ada ketidakberesan dalam vonis Pengadilan Tinggi. “Diduga ada permainan mafia peradilan dalam kasus ini,” kata Ahmad Yani, anggota Komisi Hukum DPR.

Kasus itu berawal ketika pada awal 2009, 3 perusahaan di Singapura mengirimkan 30 kontainer ke Indonesia dengan catatan dokumen berisi tekstil. Namun setelah tiba di Tanjung Priok 30 kontainer ini ditahan Bea Cukai dan didiamkan selama 6 bulan.

Kemudian pihak pengekspor memperkarakan kasus itu ke PTUN yang putusannya, hakim memerintahkan mengembalikan container itu ke Singapura pada September 2009.

Permasalahan kembali terjadi ketika barang sampai di Singapura, container tersebut dibuka dan digeledah yang ternyata ditemukan isinya telepon genggam BlackBerry dan minuman beralkohol. Hal itu bertentangan catatan dokumen bahwa isi kontainer ditulis kain tekstil.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER