Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 06:03 WIB

Pupuk Kaltim 5 Beroperasi

Laba PKT Ditargetkan Naik 300%

Oleh : Sandiyu Nuryono | Senin, 15 Agustus 2011 | 19:35 WIB
Laba PKT Ditargetkan Naik 300%
Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Setelah Pabrik Pupuk Kaltim 5 aktif beroperasi, PT Pupuk Kaltim (PKT) ditargetkan tingkatkan laba 300% dalam tiga tahun ke depan.

"Dengan bantuan ini (pinjaman sindikasi Bank Mandiri, BCA, BRI, BJB dan Bank Kaltim) selain peningkatan capex dan penurunan capex, PKT diharapkan akan dapat meningkatkan laba yang signifikan dalam waktu 3 tahun ke depan, yaitu 300%," ujar Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di Jakarta, Senin (15/8).

Mustafa menambahkan, peningkatan laba akan meningkatkan perolehan dividen yang pada gilirannya meningkatkan pos penerimaan APBN melalui PKT. Menurut rencana pembangunan pabrik ini membutuhkan waktu selama 33 bulan.

"Apabila Pabrik Kaltim 5 beroperasi kapasitas produksi urea dan amonia di pkt akan bertambah sebanyak 450 ribu ton sehingga total produksi 3,43 juta ton urea per tahun dan 2,08 juta ton amonia per tahun," tuturnya.

Total nilai investasi pembangunan Pabrik Kaltim 5 ini, imbuhnya, Rp6,15 triliun. Dari angka tersebut Rp4,38 triliun diperoleh dari pinjaman kredit sindikasi dengan Bank Mandiri sebagai mandated lead arangger, bank bank lain yang tergabung dalam sindikasi adalah Bank BRI, BCA, BJB dan Bank Kaltim. Dan sisanya dari dana PKT sendiri.

Dijelaskannya, dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional dan sebgai realisasi dari revitalisasi pupuk sesuai dengn Inpres No.2 tahun 2010 yang sebagai salah satu program Kabinet Indonesia Bersatu II maka ditengah terbatasnya pasokan pupuk berupa gas PT Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk terus mengembangkan produksi pupuk dengan membangun abrik pupuk Kaltim 5.

Hal tersebut didorong juga oleh kebutuhan urea di Indonesia yang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik itu utnuk sektor industri, perkebunan dan pertanian atau tanaman pangan. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian kebutuhan urea nasional akan terus meningkat hingga 15 juta ton di 2015.

"Saat ini kapasitas produksi urea nasional yaitu 7,8 juta ton/tahun. "Pabrik ini akan menggantikan Kaltim 1 yang sudah cukup tua usianya dan tidak efisien konsumsi energinya. Pabrik Kaltim 5 berkapasitas 1,15 juta ton urea dan 825 ribu ton amnia per tahun dan akan menjadi pabrik urea terbesar di Asia Tenggara," tutupnya. [hid]

Komentar

x