INILAH.COM, Jakarta - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10% bakal menghemat belanja subsidi hingga Rp11,8 triliun.
"Kalau menaikkan TDL itu, hemat Rp 11,8 triliun," ujar Ekonom Anggito Abimanyu dalam bincang-bincang bersama wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (24/8).
Namun, menurutnya, penghematan akan lebih besar bila pemerintah mampu mengganti bahan baku untuk PT PLN dari bahan bakar minyak (BBM) menjadi gas. Adapun penghematan yang akan terjadi mencapai Rp18,7 triliun. "Jadi kuncinya di Biaya Pokok Penyediaan (BPP), penghematannya bisa lebih signifikan. Pemerintah tidak perlu menaikkan TDL kalau bisa gantikan BBM dengan gas," tegasnya.
Sementara bila pemerintah tidak melakukan kenaikan TDL sebesar 10% maka anggaran akan membengkak Rp6 triliun. "Misalkan kenaikan TDL ini tidak disetujui DPR, ada penolakan industri maka pembatalan kenaikan TDL menimbulkan risiko 6 triliun," pungkasnya. [cms]