Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 15:54 WIB

BI: Penukaran Uang Receh Capai Rp77 Triliun

Oleh : Sandiyu Nuryono | Senin, 29 Agustus 2011 | 11:06 WIB
BI: Penukaran Uang Receh Capai Rp77 Triliun
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Hingga Jumat (26/8), Bank Indonesia (BI) mencatat penukaran uang receh mencapai Rp77 triliun.

Demikian dikatakan Deputi Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI Adnan Juanda melalui pesan singkatnya kepada wartawan, akhir pekan lalu. "Itu nggak cuma penukaran uang, tapi yang di dalamnya termasuk penukaran uang. Juga penarikan uang oleh bank-bank dari BI," tukasnya.

Menurutnya, penarikan uang receh yang melebihi proyeksi BI sebesar Rp61,36 triliun musim lebaran tahun ini tidak masalah. Pasalnya, BI sebenarnya menyiapkan uang receh sebesar Rp120 triliun.

Menurut Adnan, bank-bank tersebut melakukan penarikan uang receh ke BI untuk mengantisipasi libur panjang lebaran tahun ini yang mencacapai 9 hari. "Bank-bank minta pasokan (uang receh) untuk ditaruh di ATM dan kantor cabang sebelum tutup," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama periode Lebaran tahun ini Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang tunai sebesar Rp61,36 triliun. "Jumlah kebutuhan uang tunai itu meningkat 12% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,57 triliun," kata Deputi Gubernur BI Ardhayadi di Jakarta, Kamis (28/7). Ia menambahkan kebutuhan tahun sebelumnya sebesar Rp54,78 triliun.

Persediaan uang tunai secara nasional pada akhir Juli 2011, lanjutnya, sebesar Rp123,39 triliun. "Terdiri dari uang pecahan besar (UPB) Rp106,86 triliun dan uang pecahan kecil (UPK) Rp16,53 triliun," ucapnya.

Dijelaskan Ardhayadi, persediaan uang di KBI di seluruh Indonesia sebesar Rp123,39 triliun. "Rinciannya UPB sebesar Rp168,6 triliun dan UPK Rp16,53 triliun," tuturnya. [cms]

Komentar

Embed Widget
x