Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 08:33 WIB

Krisis AS & Eropa Belum Pengaruhi Ekspor Indonesia

Oleh : Sandiyu Nuryono | Senin, 29 Agustus 2011 | 13:46 WIB
Krisis AS & Eropa Belum Pengaruhi Ekspor Indonesia
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Krisis keuangan di Amerika Serikat dan Eropa belakangan ini belum berdampak pada ekspor Indonesia Agustus 2011.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Djimanto kepada INILAH.COM melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin (29/8). "Sampai sekarang belum ada pengaruhnya karena segmen barang-barang ekspor kita itu adalah segmen yang diperkirakan tidak terkena dampak krisis di sana. Jadi, kebutuhan-kebutuhan yang selalu dibutuhkan tiap hari atau tiap saat," ujarnya.

Menurutnya, jika krisis di kedua wilayah tersebut terus berlanjut maka dampaknya baru terasa terhadap volume ekspor Indonesia. "Kalau krisis di dua tempat tersebut tidak cepat teratasi, kemungkinan tidak bisa mengubah pola konsumsi masyarakatnya. Kalau terjadi penurunan konsumsi di sana tentu juga ada dampaknya di sana," tukasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya penurunan ekspor, Djimanto menjelaskan perlu ada penguatan daya saing terhadap produk-produk ekspor Indonesia. "Kalau untuk ekspor, kita mesti menggalakkan daya saing untuk pasar-pasar di luar Eropa dan Amerika seperti pasar-pasar Afrika, Asia dan juga untuk Eropa Timur. Itu kita mesti meningkatkan daya saing barang-barang ekspor kita terutama di bidang harga," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasar data BPS, ekspor pada Juni 2011 mencapai US$18,41 miliar atau naik 49,35% jika dibandingkan pada bulan Juni 2010 atau naik 0,71% dibandingkan bulan Mei 2011. Dengan demikian, total ekspor pada semester I-2011 mencapai US$98,64 miliar atau naik 36,02% dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun lalu.

Ekspor terbesar berasal dari batu bara dan CPO yang masing-masing mencatat nilai perdagangan US$12,18 miliar dan US$10,36 miliar. Sementara untuk negara tujuan ekspor, Jepang masih menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor mencapai US$8,97 miliar, disusul China US$8,95 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$7,95 miliar. [cms]

Komentar

x