Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 03:52 WIB

Pemakaian Listrik Saat Lebaran Turun Drastis

Oleh : Tio Sukanto | Senin, 29 Agustus 2011 | 17:16 WIB
Pemakaian Listrik Saat Lebaran Turun Drastis
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero mengungkapkan pemakaian listrik pada saat lebaran mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan kepada INILAH.COM di Jakarta, belum lama ini. "Untuk Jawa-Bali beban normal 18.000 mega watt. Namun pada saat lebaran tidak sampai 10.000 mega watt," ungkap Dahlan.

Dahlan menjelaskan, penurunan pemakaian tersebut dikarenakan banyak industri dan perkantoran yang sudah tidak beroperasi lagi atau tutup sementara pada saat menjelang lebaran, apakah itu seminggu sebelum lebaran atau sebelumnya. "Tingginya pemakaian listrik itu terutama dari perkantoran dan industri/pabrik, sebab mereka banyak yang gunankan AC dan mesin. Kita tahu bahwa penggunaan AC merupakan pemakaian listrik terbesar di samping mesin industri. Tapi dengan adanya lebaran ini banyak kantoran dan industri yang tutup, sehingga penggunaan listrik menjadi menurun," bebernya.

Dahlan menambahkan, dengan adanya penurunan pemakaian listrik tersebut perusahan strum negara juga mematikan sebagian pembangkit, gitet dan trafo. Hal itu dilakukan untuk mengurangi cost atau pengeluaran biaya pembangkit tersebut. "Beberapa pembangkit justru kita matikan, karena memang tidak ada gunanya dihidupkan. Karena memang tidak ada yang pakai listrik," tukas dia.

"Teoritis di saat lebaran pasokan listrik sangat aman. Kecuali memang ada gangguan teroris," pungkas penyuka sepatu jenis kets tersebut. [cms]

Komentar

x