Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:34 WIB

BPS: Kinerja Ekspor Mulai Terpukul Oktober

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Senin, 3 Oktober 2011 | 15:52 WIB
BPS: Kinerja Ekspor Mulai Terpukul Oktober
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kinerja ekspor diperkirakan akan mulai terpukul pada Oktober ini sehubungan dengan melambannya pertumbuhan ekonomi global akibat krisis Eropa dan AS.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Jakarta, Senin (3/10). "Potensi krisis terhadap ekspor baru kita rasakan Oktober. Kita berharap antisipasi kita bagus lah," ujarnya.

Menurutnya, baik pengusaha maupun pemerintah harus mulai waspada akan kondisi ekonomi global yang belum membaik dan mulai berimbas pada perekonomian negara tujuan ekspor terbesar Indonesia yaitu China. Kendati belum banyak pesaing ekspor sumber daya seperti batu bara dan minyak sawit (CPO).

"Tetapi ke depan ini tentu kita semua dunia usaha perlu menyikapi dampak global dari krisis yang terjadi di AS. China saja sudah merasakan dampak Eropa Barat. Krisis ini harus disikapi secara all out oleh kita semua," tuturnya.

Berdasar data BPS, per Agustus 2011, ekspor Indonesia tercatat mencapai US$18,81 miliar. Angka tersebut naik 37,05% dibanding ekspor Agustus 2010 yang sebesar US$13,73 miliar dan bila dibanding Juli 2011 naik 8% ke US$17,42 miliar. Ekspor ini terdiri dari ekspor migas US$14,72 miliar dan ekspor non migas US$4,09 miliar.

Total ekspor Januari-Agustus 2011 US$134,8 miliar atau naik 36,58% dari Agustus 2010. Peyumbang ekspor terbesar untuk Agustus 2011 adalah bahan bakar mineral US$16,98 miliar serta lemak dan minyak nabati US$13,96 miliar.

Dari sisi pangsa pasar, ekspor untuk China US$12,38 miliar, Jepang US$11,97 miliar, dan AS US$10,65 miliar. "Untuk China, ekspor ke China turun dari US$1,99 miliar untuk Agustus ke US$1,92 miliar," tambah Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal.

Untuk impor, pada Agustus 2011 tercatat sebesar US$15,05 miliar atau naik 23,68% dibanding Agustus 2010. Bila dibanding Juli 2011 turun 7,12% yang sebesar US$16,21 miliar. Total impor Januari-Agustus 2011 US$114,84 miliar atau naik 30,9%. Impor non migas selama Januari sampai Agustus US$87,99 miliar.

Dari sisi pangsa pasar, impor berasal dari China sebesar US$16,37 miliar, Jepang US$12,1 miliar, dan Singapura US$7,07 miliar. Untuk ASEAN menyumbang impor US$19,62 miliar dan Uni Eropa US$6,86 miliar. "Pada Juli kemarin, posisi Singapura ditempati Thailand," ujarnya. [cms]

Komentar

x