Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:50 WIB

"Kita Ngga Tahu Persis Motifnya"

BI: Budi Mulya Akui Pinjam Uang Ke RT

Oleh : Sandiyu Nuryono | Senin, 3 Oktober 2011 | 16:59 WIB
BI: Budi Mulya Akui Pinjam Uang Ke RT
Bank Indonesia - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Dari penelitian yang dilakukan Bank Indonesia (BI), Deputi Gubernur BI, Budi Mulya mengakui meminjam sejumlah uang kepada Robert Tantular (eks pemilik Bank Century).

"Menurut pengakuan Pak Budi ya seperti itu pengakuannya," tutur Difi di Gedung BI Jakarta, Senin (3/10). Ia menambahkan, BI tidak mengetahui penggunaan dan besarnya pinjaman itu.

"Kita ngga tahu persis pinjaman itu untuk apa. Dan kita ngga tahu persis motifnya apa dan kapan minjemnya kita ngga tahu," tegasnya.

Difi melanjutkan, dirinya juga tidak mengetahui berapa besar pinjaman yang Budi Mulya. "Saya ngga tahu angkanya berapa sebaiknya kita tunggu audit forensik dari BPK," tukasnya.

Sampai saat ini, BI belum bisa menyimpulkan apapun dari kasus ini karena masih menunggu audit forensik BPK. Namun, BI menilai telah terjadi pelanggaran kode etik sehingga diputuskan untuk melakukan rotasi penugasan di jajaran Dewan Gubernur BI.

"Tanggal 19 September (2011) Dewan Gubernur BI melakukan pengalokasian pembidangan baru kepada Pak Budi Mulya. Jadi, Direktorat Pengelolaan Moneter yang selama ini ditangani Pak Budi Mulya ditangani Pak Halim Alamsyah, Direktorat Pengelolaan Devisa ditangani Hartadi Sarwono, kemudian pengelolaan informasi oleh Pak Ardhayadi," terangnya.

Sementara itu, Budi Mulya sekarang memegang tugas kesekretarian UKPA (unit khusus penyelesaian aset), museum BI dan kantor perwakilan BI.

Menurut Difi langkah yang saat ini bisa dilakukan BI adalah pengalokasian tugas baru terhadap Budi Mulya. "Ngga bisa dinonaktifkan karena UU BI mengatakan bahwa anggota Dewan Gubernur bisa diberhentikan kalau terbukti secara hukum atau mengundurkan diri," tegasnya.

Sejak tanggal 19 September 2011, lanjut Difi, Budi Mulya cuti. "Cutinya mungkin sampai Kamis minggu ini," katanya. [hid]

Komentar

x