Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 14:16 WIB

DPR: Harus Ada Win-win Solution di Kontrak Tambang

Oleh : Charles MS | Rabu, 5 Oktober 2011 | 16:43 WIB
DPR: Harus Ada Win-win Solution di Kontrak Tambang
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah mengedepankan win-win solution dalam renegosiasi kontrak pertambangan.

"Jangan sampai ada anggapan kalau renegosiasi ini berarti pemerintah tidak memberikan kepastian hukum. Untuk itu renegosiasi dilakukan dalam kerangka win-win solution," kata Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Rabu (5/10).

Sebagaimana diketahui saat ini pemerintah sedang melakukan renegosiasi terhadap 118 kontrak pertambangan. Termasuk yang dalam tahapan renegosiasi adalah kontrak dengan Freeport dan Newmont.

Tujuan pemerintah merenegosiasi kontrak salah satunya untuk meningkatkan pendapatan royalti. Berdasarkan PP no 13 tahun 2000 besarnya royalti untuk tembaga adalah 4 persen, emas 3,75 persen dan perak 3,25 persen.

Sejumlah pihak mendukung langkah pemerintah itu. Namun ada juga sejumlah perusahaan pertambangan yang menolak adanya renegosiasi itu.

Menanggapi hal itu, Riefky mengatakan adalah tugas dari pemerintah untuk memberikan penjelasan kepada perusahaan bahwa renegosiasi adalah untuk kepentingan bersama. "Sekali lagi arahannya adalah agar renegosiasi ini jangan menjadi penyebab timbulnya anggapan bahwa tidak ada kepastian hukum di sektor pertambangan," tandasnya.

Komentar

x