Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 01:36 WIB

BI: Perbankan Lebih Kuat Hadapi Krisis

Oleh : Sandiyu Nuryono | Jumat, 7 Oktober 2011 | 16:28 WIB
BI: Perbankan Lebih Kuat Hadapi Krisis
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kondisi perbankan nasional saat ini dinilai lebih kuat menghadapi krisis dibanding ketika krisis global yang terjadi di 2008.

Hal ini didasarkan pada hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia (BI) terhadap perbankan nasional saat ini jika terjadi krisis. "Kalau kita lihat kondisi performance bank kita kan cukup bagus. Rata-rata CAR 17% dan NPL rendah. Artinya cukup kuat lah. Lebih Kuat dibandingkan kondisi 2008," ucap Deputi Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Irwan Lubis di Jakarta, (7/10).

Dalam stress test tersebut, jelasnya, BI melakukan uji volatilitas kurs rupiah maupun pengaruhnya ke sektor riil atau penurunan NPL saat terjadi krisis. "Saya angka persisnya ngga tahu. Tapi kalau katakanlah memburuk masih ada tekanan, NPL bisa 5%. Saya kira ngga masalah," jelasnya.

Alasannya, CAR perbankan cukup kuat dan struktur modalnya bagus. "Itu Common equity, bukan modal engineering. Artinya murni modal bank itu dari modal disetor laba ditahan. Ini yang kuat tier I-nya bukan tier III-nya," paparnya.

Hal senada diungkapkan Juru Bicara BI, Difi A Johansyah yang mengatakan, likuiditas perbankan juga telah dilakukan stress test. Hasilnya, bantalan likuiditas perbankan masih bagus. "Dan jumlah likuiditas masih memadai dan perbankan harus memperkuat likuiditas," tuturnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x