Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 18:26 WIB

Eropa Krisis, Dana Asing ke RI Lagi

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Jumat, 7 Oktober 2011 | 18:48 WIB
Eropa Krisis, Dana Asing ke RI Lagi
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto - republika.co.id
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah yakin dana asing akan kembali lagi ke Indonesia.

"Jangan khawatir. Uangnya pasti balik lagi. Mereka hanya mau pegang tunai lebih banyak karena khawatir krisis Eropa memburuk dan akan terjadi pengetatan likuiditas," ungkap Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto di Jakarta, Jumat (7/10).

Menurutnya, saat ini kondisi pasar surat utang negara masih cukup stabil. Hal ini sehubungan dengan sikap Bank Indonesia (BI) dalam melakukan pengelolaan aset portfolio-nya melalui pembelian SBN di pasar sekunder.

"BI beli SUN di pasar sekunder untuk pengelolaan portofolio asset-nya, tapi dampak pembelian tersebut berdampak positif terhadap stabilitas pasar SUN," ujarnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, perusahaan-perusahaan pelat merah masih belum perlu dilibatkan dalam kerangka stabilisasi surat utang negara (bond stabilization framework). Pemerintah sendiri juga merasa belum perlu untuk mengubah strategi pembiayaan negara termasuk rencana penerbitan sukuk global.

"Intinya tidak ada pemaksaan penerbitan (sukuk global). Semua berdasarkan protokol penerbitan yang hati-hati. Ada parameter untuk menentukan penerbitan. Kami lihat nanti, karena pasar sangat dinamis," ujarnya.

Berdasar data Dirjen Pengelolaan Utang, pada Juli lalu kepemilikan surat berharga negara (SBN) oleh asing mencapai Rp248,87 triliun.

Jumlah tersebut terus turun menjadi Rp247,38 triliun per Agustus dan Rp218,09 triliun per September. Sedangkan selama 5 hari pertama di Oktober, modal asing yang ditarik dari pasar SBN mencapai Rp3,99 triliun.

Dan untuk obligasi negara yang dibeli oleh Bank Indonesia meningkat Rp13,04 triliun dalam sebulan, dari posisi Agustus Rp3,99 triliun menjadi Rp17,03 triliun pada September. Memasuki Oktober, kepemilikan SBN oleh BI meningkat Rp5,9 triliun dalam lima hari, menjadi Rp22,22 triliun per 5 Oktober. [hid]

Komentar

Embed Widget
x