Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 08:13 WIB

Hasil Forum G20

Sst..RI Kaji Pajak Transaksi Keuangan

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Senin, 17 Oktober 2011 | 20:22 WIB
Sst..RI Kaji Pajak Transaksi Keuangan
Menteri Keuangan Agus Martowardjojo - inilah.com/dok
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tengah mempertimbangkan pajak transaksi keuangan (financial transaction tax) seperti negara Eropa. Namun kebijakan ini berpotensi mengganggu intermediasi bank.

Berdasarkan pertemuan G-20 pada akhir pekan lalu, negara-negara Eropa akan mulai menetapkan financial transaction tax untuk transaksi pembelian saham, obligasi, dan derivatif.

"Yang cukup dibicarakan itu adalah tentang financial transaction tax. Tetapi tentu ada negara-negara lain yang belum sependapat. Jadi itu masih dalam pembicaraan," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardjojo di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (17/10).

Namun, ia khawatir kebijakan tersebut belum tepat diberlakukan di Indonesia. Pasalnya, berpotensi mengganggu fungsi intermediasi perbankan.

Kalau di Indonesia, kebijakan itu mengkhawatirkan masyarakat. Sebab kalau financial transaction tax akan membuat sistem keuangan yang sedang menekankan fungsi intermediasi, menjadi terganggu.

"Karena kita ingin fungsi intermediasi bisa dilakukan dengan baik oleh perbankan kita. Dan kita kan juga sudah ada LPS ya. LPS kan juga meminta ada persentase premi yang harus dibayar oleh perbankan," paparnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x