Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 03:51 WIB

Potensi Pasar Menggiurkan, 4 Bank Berebut FLPP

Oleh : Sandiyu Nuryono | Senin, 17 Oktober 2011 | 20:52 WIB
Potensi Pasar Menggiurkan, 4 Bank Berebut FLPP
inilah.com/dok
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Empat bank yang digandeng Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berlomba memasang target penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Salah satunya adalah PT Bank Mandiri Tbk yang memasang target penyaluran FLPP sebesar Rp100 miliar. "Pertama, kita akan lihat untuk menyalurkan Rp100 miliar. Namun, kita akan lihat lagi buat ke depan karena kita belum pernah ikut sektor perumahan berpenghasilan rendah," ujar Direktur Institusional Banking Mandiri Abdulrahman.

Dia mengklaim, Bank Mandiri merupakan bank terbesar kedua setelah BTN dalam hal penyaluran KPR. "Kami baru masuk selama 5-6 tahun di kredit KPR, tapi kami boleh dikatakan sebagai bank yang menyalurkan kredit perumahan terbesar kedua setelah BTN," tuturnya.

Sementara PT Bank CIMB Niaga Tbk menargetkan penyaluran FLPP sekitar Rp600 miliar. "Sampai saat ini, kredit pembiayaan KPR kita mencapai Rp13 triliun, dengan adanya kerjasama ini, kredit FLPP ini akan ditambahkan sekitar Rp1,2 triliun dimana dananya sebesar Rp600 miliar dari Kemenpera dan sisanya dari CIMB," ungkap Direktur Utama CIMB Niaga, Arwin Rasyid.

Dalam menyalurkan FLPP, lanjutnya, CIMB Niaga akan memberikan bunga rendah, yakni di bawah 9% dengan jangka waktu pinjaman berlaku selama masa pinjaman. "Rate di bawah sembilan persen dan berlaku selama masa pinjaman, jadi kalau delapan tahun ya delapan ya delapan tahun, kan kalau dulu jangka pendek," jelasnya.

Tidak mau kalah dengan dua bank papan atas tersebut, PT Bank BRI Syariah berani memesang target penyaluran FLPP sebesar Rp250 miliar. "Untuk FLPP, kita akan targetkan lebih ke seluruh unit kerja jadi komitmen kami akan biayai 5.000 rumah senilai Rp250 miliar," ungkap Direktur BRI Syariah, Ari Purwandono.

Adapun PT BPD Jawa Tengah hanya memasang target penyaluran FLPP beserta KPR biasa sebesar Rp25 miliar. Dan secara total Bank asal Jawa Tengah itu telah menyalurkan KPR sebesar Rp6,5 miliar.

"Sampai saat ini, ada kesenjangan demand antara permintaan dan penawaran, ke depan kami akan menyalurkan 450 rumah," ucap Dirut Bank Jateng Hariyono. [hid]

Komentar

Embed Widget
x