INILAH.COM, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah mengatakan Perbankan Syariah Indonesia patut berbangga diri dengan menduduki peringkat ke-4.
Hal ini disampaikannya pada acara Daveloving 8 (D8) Workshop on Islamic Microfinance dengan tema Tje Role of Islamic Microfinance in Economic Prosperity and Community Empowerment di Jakarta, Jumat (11/11). "Negara Indonesia di posisi tengah tidak terlalu jauh, dan mendapatkan rangking 4 dari 8 negara, yang diatas kita Indonesia, Malaysia, arab. Dan dibawah Indonesia sekitar 34 negara yang menggunakan perbankan syariah," ujarnya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, potensi pertumbuhan perbankan syariah Indonesia paling besar, karena rata-rata jika dilihat pertumbuhan aset perbankan syariah lima tahun terakhir ini tumbuh sekitar 40 %.
Halim menambahkan, Pertumbuhan total aset perbankan syariah Indonesia sebesar 40 persen dalam lima tahun terakhir, sedangkan di dunia rata-rata pertumbuhan asetnya sekitar 10 sampai 15 persen.
"Faktor yang membuat perbankan syariah Indonesia lebih baik yaitu mempunyai fatwa Dewan Syariah Nasional, dan juga pengembangan human resources yang terencana dan selalu terpantau," jelasnya. [hid]