Kamis, 21 Agustus 2014 | 07:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kapan Saat Tepat Investasi Reksadana?
Headline
IST
Oleh: Ahmad Munjin
ekonomi - Selasa, 29 November 2011 | 10:44 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Berinvestasi reksadana, diwanti-wanti untuk tidak mengikuti tren. Karena itu, sebelum melakukannya coba definisikan tujuan investasi dan tentukan jangka waktunya.

Analis Infovesta Utama Edbert Suryajaya mengatakan, investasi reksadana harus mencapai tujuannya yang didefiniskan sebelumnya, bukan alasan tren. Menurutnya, reksadana harus diperlakukan seperti itu. Pasalnya, reksadana tidak tepat untuk di-trading-kan seperti saham.

Karena itu, lanjutnya, jika tujuan investasi reksadana untuk margin jangka pendek dari saat ini hingga akhir tahun, Edbert tidak bisa memberikan rekomendasi lain selain reksadana pasar uang (deposito bukan valas). “Sebab, target marginnya hampir pasti dan tidak dipengaruhi oleh pergerakan pasar,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Menurut Edbert, jika masuk ke reksadana saham sementara tujuan investasinya jangka pendek, ditakutkan fluktuatif sehingga target margin yang ditargetkan di akhir tahun tidak tercapai. “Jadi, untuk jangka pendek, cocok reksadana pasar uang,” ujarnya.

Edbert mencontohkan, investor punya kewajiban utang atau keperluan pembayaran lain yang harus dibayarkan akhir tahun. Investor jenis ini, bisa masuk reksadana pasar uang untuk mencegah gagal bayar. “Jika di saham, fluktuasinya tidak bisa ditebak sehingga target margin, besar peluangnya tidak tercapai dan bisa berakhir pada gagalnya pembayaran atau nombok,” papar Edbert.

Untuk investasi 1-3 tahun, lanjutnya, investor bisa masuk pada reksadana pendapatan tetap. Sebab, laju harga Surat Utang Negara (SUN) pun saat ini cukup fluktuatif. Menurutnya, saat ini ada tren turun pada harga obligasi dan yield-nya cenderung naik. “Karena itu, harus hati-hati pada reksadana pendapatan tetap. Sebab, jika pasar SUN naik bisa untung, sedangkan jika pasar obligasi turun, bisa rugi,” ungkapnya.

Sementara untuk reksadana saham, lebih cocok untuk jangka waktu lima tahun ke atas. Reksadana jenis ini, untuk mencairkan dana dengan tujuan pembayaran kewajiban setelah 5 tahun dan bukan untuk keluar masuk jangka pendek. “Jadi, secara umum, reksadana tidak cocok untuk investor yang mindset-nya trading, beli dan setelah untung langsung jual,” papar Edbert.

Sedangkan jangka waktu reksadana campuran, berada di tengah-tengah antara reksadana pendapatan tetap dengan reksadana saham yakni 3-4 tahun. Reksadana campuran 80% content-nya bisa sama seperti reksadana saham yakni untuk 5 tahun ke atas. Tapi, jika 80% content-nya adalah obligasi, cocok untuk jangka waktunya 3-4 tahun.

Di atas semua itu, lanjut Edbert, untuk jangka panjang, reksadana saham, campuran dan pendapatan tetap tentu lebih menguntungkan dibandingkan reksadana pasar uang. “Untuk jangka yang sangat panjang, menurut riset kami sudah pasti untung,” ungkapnya.

Edbert menegaskan, untuk investasi reksadana (saham, pendapatan tetap, dan campuran) di atas target sell 15 tahun, pasti untung 11-15%. “Paling tidak, data historis menunjukkan seperti itu,” kata Edbert.

Di sisi lain, untuk reksadana jangka 5 tahun ke atas, bisa meminimalkan kerugian saat investor menjual reksadananya. Dengan jangka yang semakin panjang, kemungkinan rugi semakin kecil.

Di atas semua itu, ia menyarankan, bagi calon investor reksadana, karena pasar saat ini sedang fluktuatif, saat tepat untuk mencoba mendefinisikan kembali tujuan investasi Anda. Jika tujuannya berjangka lebih pendek, bisa dialokasikan untuk reksadana pasar uang.

Jika tujuan untuk jangka panjang, bisa masuk masuk di reksadana saham, mumpung bursa saham saat ini turun. “Jadi, tergantung tujuannya, kapan dana itu akan dipakai,” imbuhnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER