Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 13:16 WIB

Pejabat BI harus Bebas Konflik Kepentingan

Oleh : Dian Ichsan Siregar | Senin, 5 Desember 2011 | 19:13 WIB
Pejabat BI harus Bebas Konflik Kepentingan
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Aliran dana dari pemilik Bank Century ke pejabat BI dinilai tidak patut terjadi. Pejabat BI harus bebas kepentingan dari bank yang diawasi.

Demikian dikatakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR, Senin (5/12).

"Prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau Good Coorporate Governance (GCG) hal tersebut tidak pantas untuk dilakukan, walaupun bagaimana ada kepentingan di dalamnya," ujarnya yang juga Direktur Direktorat Sistem Pembayaran BI ini.

Untuk prinsip GCG yang baik bagaimanapun seorang pengawas tidak menerima apapun dari yang diawasi. "Dan GCG itu aturannya tidak boleh dan tidak bisa menerima dari yang diawasi. Jadi terkait masalah Budi Mulya menurut saya tidak patut," tegasnya.

Ronald menambahkan, kode etik para pengawas di sistem pembayaran seperti tidak boleh memiliki kartu kredit bank yang diawasi. "Hal tersebut menjaga supaya tidak terjadinya konflik kepentingan dari pengawas maupun yang diawasi," jelasnya.

Budi Mulya disebut-sebut dalam audit forensik BI menerima aliran dana dari pemilik Bank Century, Robert Tantular. Aliran dana ini terjadi pada saat BI melakukan suntikan dana ke bank tersebut pada akhir 2008 lalu.

Dia dinyatakan menerima dana Robert Tantular sebesar Rp1 miliar dalam audit yang dilakukan BPK. Saat ini, yang bersangkutan non-aktif untuk enam bulan sejak Oktober lalu. [hid]

Komentar

Embed Widget
x