Kamis, 24 April 2014 | 02:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gubernur Jabar: Keterbatasan Teknologi Hambat UKM
Headline
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan - inilah.com/syamsudin nasution
Oleh:
ekonomi - Senin, 12 Desember 2011 | 18:42 WIB

INILAH.COM, Bogor - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakui terbatasnya ketersediaan teknologi masih menjadi penghambat dunia usaha dalam menghadapi persaingan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, untuk menghadapi ketatnya persaingan di era globalisasi, para pelaku usaha dan masyarakat harus memiliki kemampuan dan daya saing berskala global sehingga memberi nilai tambah bagi produknya. Dengan adanya peningkatan ini maka pendapatan juga akan terdongkrak dan berimbas pada perbaikan kesejahteraan secara berkesinambungan.

“Namun demikian, tidak kita pungkiri bahwa sebagian besar pelaku usaha dalam negeri, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang jumlahnya mendominasi pelaku usaha di Indonesia, masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Diantaranya keterbatasan teknologi, yang merupakan salah satu kunci utama keberhasilan usaha. Akibat dari terbatasnya teknologi ini, proses produksi seringkali menjadi tidak efektif dan tidak efisien karena waktu produksi yang lebih lama dan biaya produksi yang juga lebih besar,” papar Heryawan baru-baru di Bogor.

Menurutnya, intensifikasi pembinaan usaha serta penguatan pada aspek permodalan, pemahaman mengenai teknologi tepat guna (TTG) harus terus ditingkatkan. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Teknologi Tepat Guna mengamanatkan kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk melakukan pembinaan TTG, dengan membentuk tim koordinasi TTG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) di tingkat kecamatan dan Warung Teknologi Tepat Guna (Wartek) di tingkat desa/kelurahan.

Saat ini, lanjutnya, tim koordinasi TTG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta Posyantek dan Wartek di Jawa Barat telah terbentuk dan berharap agar tim agar tim ini dapat menjalankan fungsinya secara optimal, khususnya dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan teknis, informasi dan orientasi berbagai jenis TTG kepada masyarakat, terutama masyarakat. Adapun sasaran yang dibidik adalah masyarakat penganggur, putus sekolah, dan keluarga miskin; masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah; serta lembaga pelayanan TTG (Posyantek dan Wartek).

Disamping itu, perlu diintensifkan pula koordinasi dan fasilitasi inovasi TTG melalui lomba TTG secara nasional, provinsi dan kabupaten/kota, fasilitasi perlindungan hukum terhadap inovasi TTG melalui sertifikasi hak paten, mendorong pemasyarakatan TTG melalui kegiatan pameran, lokakarya dan media massa, mendorong penerapan TTG oleh masyarakat melalui supervisi dan pelatihan (pelatihan teknis, pelatihan manajemen, studi banding, dan pemagangan), pemberian penghargaan, bantuan langsung, dan pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi. [adv/mre]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
dimas
Kamis, 15 Desember 2011 | 07:44 WIB
Artikel yang men-inspratif! Jangan lupa untuk Pelatihan Manajemen kepada UKM / UMKM menggunakan Software / Program Toko untuk membantu mengambil keputusan bisnis. http://program-umkm-gratis.blogspot.com Sukses Selalu!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER