Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 21:04 WIB

PLTA Jatigede Rampung akhir Tahun 2014

Oleh : Dian Ichsan Siregar | Minggu, 18 Desember 2011 | 13:18 WIB
PLTA Jatigede Rampung akhir Tahun 2014
Foto : ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatigede ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2014.

"Untuk pengembangan waduk Jatigede kami targetkan selesai pada akhir tahun 2013, sedangkan untuk PLTA Jatigede nya sendiri akan rampung pada akhir 2014 nanti," ujar Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Hasrul Laksamana Azahari dikutip dari situs KESDM, Minggu (18/12).

Pembangunan bendungan Jatigede dalam pelaksanaan oleh Kementerian PU melalui balai besar wilayah sungai Cimanuk, Cisanggarung. Dalam proses pembangunan bendungan termasuk power intake dan power tunnel sepanjang 150 m untuk persiapan pembangunan PLTA.

Pelaksanaan pembangunan Bendungan Jatigede melibatkan dua institusi yakni Kementerian PU dan PLN, sehingga dibuat kesepakatan bersama untuk membangun konsepsi dan komitmen bersama.

Proyek bendungan Jatigede berlokasi di daerah Sumedang, Jawa barat dengan total biaya Rp3 triliun. Lokasi proyek pembangunan Waduk Jatigede merupakan bagian wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung merupakan daerah aliran sungai Kab.Garut, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Indramayu, Kuningan serta Brebes Jawa Tengah.

Rencana letak Dam proyek pembangun Waduk Jatigede terletak di Kampung Jatigede Kulon Desa Cijeungjing Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang.

Sementara itu dikutip dari situs Kementerian PU, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan penandatangan tersebut akan ditindak lanjuti dengan perjanjian kerjasama untuk pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan PLTA Jatigede, dan kesepakatan ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang.

Djoko menjelaskan, krisis yang terjadi saat ini di dunia adalah krisis pangan, air, dan energi. Lahan untuk bercocok tanam di bumi tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi penduduk di dunia. Dengan demikian diperlukan teknologi ramah lingkungan dan mutakhir.

"Teknologi yang diterapkan bersamaan dengan pembangunan Bendungan Jatigede. Pln akan membangun PLTA. Teknologi tersebut tidak mengeluarkan emisi gas rumah kaca dan pembakaran bara maupun minyak. Sehingga mendukung penanganan climate change dan global warming, dan pembanguan PLTA di Bendungan Jatigede dinilai akan tepat untuk merugi kebutuhan energi di Jawa dan Bali," jelasnya. [hid]

Komentar

x