Find and Follow Us

Rabu, 13 November 2019 | 03:42 WIB

MP3EI Koridor Sulawesi Serap Investasi Rp193 T

Oleh : Mosi Retnani Fajarwati | Rabu, 21 Desember 2011 | 15:00 WIB
MP3EI Koridor Sulawesi Serap Investasi Rp193 T
Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Ketua MP3EI Koridor Sulawesi Sharif C. Sutardjo - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - 83 proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di koridor Sulawesi menyerap investasi hingga Rp193 triliun.

Proyek tersebut akan berjalan selama 3 tahun, mulai dari 2012-2015. "Untuk mendorong perekonomian di Sulawesi melalui MP3EI, pemerintah akan membangun sebanyak 83 mega proyek di koridor Sulawesi yang bernilai sebesar Rp193 triliun," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Ketua MP3EI Koridor Sulawesi Sharif C. Sutardjo, melalui keterangan terulisnya di Jakarta, Rabu (21/12).

Ia mengakui, untuk melaksanakan proyek tersebut masih terdapat beberapa kendala seperti regulasi, perbankan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Sumber Daya Manusia (SDM) maupun konektivitas.

"Untuk menghadapi permasalahan konektivitas rencananya akan dilaksanakan pembangunan dan peningkatan jalan trans Sulawesi direncanakan secara bersama dan membutuhkan dukungan pembiayaan," ujarnya.

Rencananya, pembangunan jalur kereta api dengan tahapan pertama sepanjang kurang lebih 700 km MakassarSoroako, tahapan kedua sekitar 400 km Pare-paresang kayu, tahapan ketiga kurang lebih 1000 km Pasang KayuManado, perencanaan pembangunan jalur Kereta Api Mamminasata sepanjang 200 km, pengembangan dan pembangunan bandar udara pada setiap provinsi, baik bandara internasional maupun bandara lainnya, pengembangan dan pembangunan pelabuhan pada setiap provinsi, baik pelabuhan hubungan internasional maupun pelabuhan lainnya termasuk pelabuhan peti kemas, percepatan pelaksanaan interkoneksi listrik se-Sulawesi, pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi listrik se-Sulawesi, jaringan penerbangan dan angkutan kapal laut saling menunjang se-Sulawesi.

"Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana pada wilayah kepulauan dan perbatasan lebih diprioritaskan," ujar Sharif. Selain itu Sharif optimis bahwa program MP3EI mampu mendorong pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara menjadi pelabuhan Hubungan Port Internasional, dalam rencana pengembangan konektivitas infrastruktur Indonesia Timur

"Untuk pengembangan fasilitas pelabuhan Bitung ditargetkan sebesar Rp425 miliar. Tahun 2011 telah dialokasikan sebesar Rp40 miliar, kemudian RKA (rencana kerja anggaran) 2012 sebesar Rp30 miliar. Kemudian tahun 2013 dan 2014 masing- masing ditargetkan sebesar Rp172,5 miliar," paparnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) no.26 Tahun 2008 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menetapkan Kawasan Budidaya Strategis Nasional (Kawasan Andalan) di pulau Sulawesi meliputi 18 Kawasan Andalan meliputi, Sektor, pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata, pertambangan, industri pengolahan, dan agroindustri. Koridor ekonomi Sulawesi terdiri dari enam pusat pertumbuhan ekonomi yaitu, Makassar, Manado, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) , indikator pertumbuhan ekonomi Sulawesi setiap tahun mengalami kenaikan secara signifikan. Untuk tahun 2008 sebesar 8.54, kemudian pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 6.03, dan pada 2010 mengalami kenaikan secara signifikan sebesar 11.91.
Sementara itu, untuk produksi komoditas perikanan Sulawesi tahun 2010, seperti rumput laut sebesar 2,733,711 ton, untuk udang sebesar 43,803 ton, bandeng 134,688 dan tuna 175,553 ton.

"Oleh karena itu, program ini akan menyiapkan bantuan sebesar Rp1,2 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan berupa bantuan perumahan, kesehatan, sekolah untuk nelayan miskin," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memaparkan mengenai usulan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPEDDA) dari 6 provinsi se-Sulawesi agar bisa menaikkan nilai investasi menjadi Rp576 triliun.

Komentar

x