Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:30 WIB

Bos AirAsia Tony Fernandes Kini Miliki MAS

Oleh : Bachtiar Abdullah | Selasa, 27 Desember 2011 | 20:29 WIB
Bos AirAsia Tony Fernandes Kini Miliki MAS
Tony Fernandes - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Kuala Lumpur - Tukar guling saham Malaysia Airlines (MAS) dan rival beratnya Air Asia Malaysia dalam perseteruan dog fight yang terjadi September, baru diketahui menjelang hari Natal.

Tune Sendirian Berhad sebagai pemegang saham mayoritas Air Asia Malaysia, mengambil 20,5% saham MAS yang dipegang Khazanah Nasional Berhad. Sedangkan Khazanah, yang merupakan perusahaan investasi milik pemerintah, mengambil 10% saham Air Asia Malaysia.

Pelepasan saham Khazanah juga terjadi di Projek Otomotif Nasional (Proton) ke tangan DRB-Hicom pada awal Desember ini. Tun Dr Mahathir Mohammad sebagi pencetus Proton dan menjadi penasihat senior di Khazanah, menyatakan restunya atas DRB-Hicom membeli 42,7% saham Khazanah (INILAH.COM, 13 Desember 2011).

Sehari kemudian menyiarkan segera mengamputasi rute-rute kurus ke Roma, Johannesburg, Cape Town, Buenos Aires, Karachi, Dubai, Dammam serta Surabaya, mulai Januari depan.

Manuver yang lebih mengejutkan dog-fight (perseteruan sengit bak anjing bercakar di bisnis penerbangan) di udara Malaysia ini adalah ditunjukknya CEO Air Asia Tony Fernandes sebagai non-executive director MAS, sedangkan Tengku Datuk Seri Azmil Zahruddin Raja Abdul Azis mengundurkan diri sebagai direktur pelaksana MAS

Baik Air Asia dan MAS adalah media partner klub sepakbola Queen Park Rangers, Inggris, sebagai sponsor pada kaus "tandang" dan kaus "ketiga", sedangkan MAS adalah sponsor kaus "tuan rumah". Fernandes tercatat memegang 66% saham di QPR.

Namun, detail tukar guling saham yang sudah dilakukan sejak September lalu itu belum jelas benar, dan masih diberdebatkan, apakah melanggar atau tidak Competion Act 2010 baru berlaku di Malaysia pada 1 Januari 2012.

CEO Komisi Persaingan Malaysia (MyCC) Shila Dorai Raj menyatakan, Komisi telah menerima beberapa masukan dari masyarakat. Analis penerbangan Malaysia ada yang menyatakan kerjasama ini akan menguntungkan kedua perusahaan penerbangan, serta mendorong mencapai skala ekonomi, meningkatkan daya tawar dan sinergi.

Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi Air Asia menerbangi rute-tute yang tadinya ekslusif dilalui MAS. Sedangkan MAS bisa memangkas harga kursinya yang dianggap kemahalan. Bahkan MAS bisa memangkas ongkos operasinya yang meningkat sepanjang 2011, bersama kenaikan harga bahan bakar pesawat. Kabarnya MAS akan mengganti CEO yang sekarang pada bulan ini juga.

Sementara Air Asia terus agresif mengembangkan jalur baru seperti ke Da Nang (Vietnam) dan Surat Thani (Thailand). Air Asia telah membuka kantor regional di Jakarta, kabarnya demi meningkatkan hubungan dengan Sekreatiat Asean yang berpusat di Jakarta. Rencana ini mengantisipasi kalau kelak kantor Otoritas One Asean Sky and Aviation dibuka di Jakarta, seperti otoritas bersama penerbangan di Eropa. (Dari berbagai sumber)

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x