INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) mengaku belum mendapatkan harga yang cocok dengan beberapa pihak terkait atas pertukaran (swap) gas dari Lapangan Jambi Merang sebesar 65 miliar britishh thermal unit per hari (BBTUD) yang dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina-Talisman dengan Lapangan Grissik Blok Koridor milik PT ConocoPhilips Indonesia
Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji kepada INILAH.COM di Jakarta, Kemarin (30/12). "Saya belum bisa kasih tahu berapa harga pasnya, masih negosiasi. Sebab masih ada pernak-pernik kecil yang harus diselesaikan. Tapi untuk harga pokoknya sih sudah ketemu, tidak kurang dari US$ 8 per BBTUD," kata Nur Pamudji.
Meski harga pastinya gas tersebut belum menemui titik temu namun dirinya memastikan bahwa gas tersebut sudah mulai mengalir pada Janurai 2012. "Januari mereka sudah mulai pasok," ucap Nur Pamudji.
Nur Pamudji mengakui bahwa perseroan sangat membutuhkan pasokan gas dari Lapangan Jambi Merang tersebut, hal itu guna mengurangi ketergantungan penggunaan BBM untuk pembangkitan listriknya. "Kontrak ini kan dua tahun, jadi kesempatan ini harus kita gunakan untuk mengurangi ketergantungan BBM yang sangat tinggi. Kita ambil karena ini bener-bener menguntungkan buat kita," jelas Nur Pamudji.
Seperti di ketahui gas sebesar 65 BBTUD tersebut rencananya akan digunakan PLN untuk menghidupi pembangkit listrik tenaga uap (PLTGU) Muara Tawar, Bekasi Jawa Barat. [mel]