INILAH.COM, Jakarta - Proses konversi penggunaan BBM ke BBG untuk kendaraan umum diperkirakan belum bisa maksimal dilakukan di 2014. Sebab, saat ini belum ada infrastruktur dan teknologi yang mendukung.
Demikian disampaikan Ketua I Sumber Daya Alam, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Singgih Widagdo saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/1). "Dari hasil riset yang dilakukan arahnya bagus, tapi karena teknologi yang proven tidak ada 2014 belum siap," kata Singgih.
Untuk kebijakan konversi tersebut, Singgih mengatakan Indonesia dengan potensi batubara yang cukup besar. Semestinya bisa mengembangkan gas cair untuk kendaraan dari batubara tersebut. Namun sejauh ini Indonesia belum memiliki teknologi tersebut.
"Batubara kalori rendah diolah menjadi gas cair, kita belum proven. Itu political will, oleh sebab itu industri pioneri harus mendapatkan insentif," tegas dia.
Salah satu perusahan otomotif terbesar duni Mitsubishi Corp menyatakan minatnya untuk membangun industri pengolahan batubara kalori rendah menjadi gas cair sebagai bahan bakar kendaraan pengganti BBM yang semakin mahal. [hid]