Strong>INILAH.COM, Sukabumi - Keluarga Kesultanan Brunei Darussalam berminat untuk membeli PT Bio Farma (Persero).
Hal ini disampaikan Direktur Utama Bio Farma Iskandar. "Salah seorang keluarga Kesultanan Brunei datang ke Bio Farma dan 'memaksa' agar Bio Farma bersedia untuk menjual sahamnya ke mereka," ujarnya.
Menurut Iskandar, penawaran Kesultanan Brunei ke Bio Farma tersebut dilakukan 2 tahun lalu. Awalnya, lanjutnya, Keluarga Sultan Brunei hanya menanyakan apa yang menjadi rencana Bio Farma 5 tahun ke depan. Namun kemudian Bio Farma juga ditawarkan pembiayaan pembangunan pabrik. "Mereka langsung menawarkan bagaimana kalau semua biaya pembangunan pabrik mereka yang mendanai. Artinya, di negara mana pun Bio Farma membangun pabrik, mereka siap membantu pendanaannya. Mereka ambisius sekali untuk membeli Bio Farma," tukasnya.
Memang, Iskandar mengakui sangat sulit bagi Bio Farma untuk mendapatkan pindanaan untuk pembangunan sebuah pabrik baru. "Salah satu kendali industri seperti Bio Farma saat membuat pabrik baru adalah masalah pendanaan. Karena tidak cukup waktu 5 tahun sejaka pabrik berdiri untuk bisa langsung menjualn tapi itu membutuhkan waktu hingga 10 tahun. Itulah sebabnya saat mengajak invetsor untuk investasi sebuah produk, mereka tidak kuat sehingga kita tidak banyak melakukan manufer dari sisi finance," tukasnya.
Menanggapi tawaran Sultan Brunei tersebut, Bio Farma menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang saham yang dalam hal ini pemerintah.