Kamis, 17 Mei 2012 | 05:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pertamina Nilai Kenaikan BBM Lebih Realistis
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Tio Sukanto
ekonomi - Jumat, 20 Januari 2012 | 19:31 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Pertamina lebih menyetujui kenaikan harga BBM subsidi daripada melakukan pembatasan konsumsi.

Demikian disampaikan Vice President Comunication Corporate Pertamina, Mochamad Harun. Menurutnya, infrastruktur pembatasan BBM subsidi belum 100% tersedia. Pertamina masih menunggu keluarnya revisi Perpres No. 55 Tahun 2005 jo Perpres No 40 Tahun 2006 tentang harga eceran BBM bersubsidi.

"Selama revisi Perpresnya belum keluar, secara otomatis infrastruktur juga belum siap. Oleh karena itu kalau memang pembatasan tidak bisa dilakukan saat ini, lebih baik kenaikan harga BBM. Itu jauh lebih realistis," kata Harun, Jum'at (20/1).

Harun menambahkan saat ini ada 300 lebih SPBU yang belum siap melakukan proses switching dari disepenser premium ke disepenser pertamax. Hal itu dikarenakan para pengusaha belum mendapatkan kepastian pinjaman atau kredit lunak bank dari pemerintah.

Sebab, biaya untuk mengganti dispenser tersebut untuk satu SPBU mencapai Rp400 juta. "Sebelum pengusaha dapat kredit tersebut, pastinya mereka (pengusaha) tidak mau mengeluarkan investasi terlebih dahulu. Apalagi pangsa pasar pertamax yang masih kecil," jelas Harun.

Pemerintah pada 1 April mendatang akan melakukan pembatasan BBM subsidi yang khusus diperuntukkan untuk angkutan umum dan sepeda motor. Sedangkan mobil pribadi harus menggunakan pertamax. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.