Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 05:33 WIB

Pembatasan BBM Bersubsidi

Pengamat: Tunda Dulu Konversi BBM ke BBG

Oleh : Tio Sukanto | Sabtu, 21 Januari 2012 | 13:47 WIB
Pengamat: Tunda Dulu Konversi BBM ke BBG
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah diharapkan menunda program konversi BBM ke BBG. Hal ini agar program pembatasan BBM bersubsidi berjalan lancar.

Demikian disampaikan Pengamat Perminyakan dan Kebijakan Ekonomi Pri Agung Rakhmanto kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (21/1). "Pembatasan ya pembatasan, jangan dicampuradukan dengan konversi. Itu akan membuat masyarakat jadi antipati," kata Pri Agung.

Pri Agung mengatakan bahwa pemerintah harus lebih berkonsentrasi pada pembatasan yang menurutnya lebih utama daripada program konversi BBM ke BBG. Pasalnya, dari segi infrastruktur belum tersedia. "Sisa waktu dua bulan merupakan waktu yang sangat sempit, padahal diperlukan waktu 5-10 tahun untuk tersedianya infrastruktur BBG," papar Pri Agung.

Terkait penggunaan BBG, Pri Agung mengatakan bahwa di beberapa negara hanya bersifat pelengkap. Dan karena hanya sekedar pelengkap maka BBG tidak langsung terserap cepat.

"Saya pikir kenaikan BBM adalah kebijakan yang paling rasional karena tidak membutuhkan biaya tambahan dan pengawasan. Tapi persoalannya pemerintah mau tidak," tuturnya. [mre]

Komentar

Embed Widget
x