Kamis, 17 Mei 2012 | 05:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
UE Berencana Setujui Larang Impor Minyak Iran
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Agustina Melani
ekonomi - Senin, 23 Januari 2012 | 17:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Brussel - Diplomat Uni Eropa menyetujui untuk menempatkan embargo atas impor minyak Iran dengan fase periode hingga 1 Juli.

Menteri Luar Negeri dari 27 Negara Uni Eropa diperkirakan akan secara resmi menyetujui rencana embargo pada pertemuan di Brussels hari ini. Iran telah mengancam akan menutup selat Hormuz, Teluk persia di mana merupakan jalan untuk sekitar 20% minyak yang diperdagangkan secara global.Demikian seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (23/1).

Menteri Luar Negeri Uni Eropa harus menyeimbangkan keinginan mereka untuk bertindak dalam menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan kebutuhan untuk memberikan waktu beberaoa anggota negara untuk mencari sumber minyak alternatif. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Aston menuturkan, sanksi juga mungkin menargetkan bank sentral Iran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Wsterwelle mengatakan, langkah-langkah yang ditujukan untuk mengeringkan dana untuk penelitian nuklir Iran.

"Eropa saat ini sedang mempersiapkan sanksi bagian-bagian dari ekonomi Iran di mana akan menyakiti minyak dan keuangan," kata Direktur of the Brussels-based European Center of the Carnegie Endowment for International Peace Jan Techau.

Menurut Sumber, sebuah larangan Uni Eropa akan berlaku untuk impor minyak Iran, pembelian dari Iran oleh perusahaan Uni Eropa untuk negara-negara Uni Eroa, transportasi minyak dari Iran, serta keuangan dan asuransi kontrka minyak. Embargo tersebut membutuhkan kebulatan suara di antara 27 negara itu.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Eropa telah meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah Badan Energi Atom Internasional menyatakan, Iran telah memulai pengayaan uranium hingga 20%. Presiden Barack Obama menandatangano RUU pada 31 Desember untuk mengetatkan sanksi terhadap Iran dengan menolak akses ke sistem keuangan Amerika Serikat ke bank asing yang melakukan bisnis dengan bank sentral Iran.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.