INILAH.COM, Brussel - Diplomat Uni Eropa menyetujui untuk menempatkan embargo atas impor minyak Iran dengan fase periode hingga 1 Juli.
Menteri Luar Negeri dari 27 Negara Uni Eropa diperkirakan akan secara resmi menyetujui rencana embargo pada pertemuan di Brussels hari ini. Iran telah mengancam akan menutup selat Hormuz, Teluk persia di mana merupakan jalan untuk sekitar 20% minyak yang diperdagangkan secara global.Demikian seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (23/1).
Menteri Luar Negeri Uni Eropa harus menyeimbangkan keinginan mereka untuk bertindak dalam menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan kebutuhan untuk memberikan waktu beberaoa anggota negara untuk mencari sumber minyak alternatif. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Aston menuturkan, sanksi juga mungkin menargetkan bank sentral Iran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Wsterwelle mengatakan, langkah-langkah yang ditujukan untuk mengeringkan dana untuk penelitian nuklir Iran.
"Eropa saat ini sedang mempersiapkan sanksi bagian-bagian dari ekonomi Iran di mana akan menyakiti minyak dan keuangan," kata Direktur of the Brussels-based European Center of the Carnegie Endowment for International Peace Jan Techau.
Menurut Sumber, sebuah larangan Uni Eropa akan berlaku untuk impor minyak Iran, pembelian dari Iran oleh perusahaan Uni Eropa untuk negara-negara Uni Eroa, transportasi minyak dari Iran, serta keuangan dan asuransi kontrka minyak. Embargo tersebut membutuhkan kebulatan suara di antara 27 negara itu.
Sebelumnya Amerika Serikat dan Eropa telah meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah Badan Energi Atom Internasional menyatakan, Iran telah memulai pengayaan uranium hingga 20%. Presiden Barack Obama menandatangano RUU pada 31 Desember untuk mengetatkan sanksi terhadap Iran dengan menolak akses ke sistem keuangan Amerika Serikat ke bank asing yang melakukan bisnis dengan bank sentral Iran.