Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 2 April 2015 | 14:42 WIB
Hide Ads

Apindo: Upah Naik, Produktivitas harus Naik

Oleh : Sandiyu Nuryono | Jumat, 27 Januari 2012 | 21:02 WIB

Berita Terkait

Apindo: Upah Naik, Produktivitas harus Naik
foto: Ist

INILAH.COM, Jakarta - Naiknya upah buruh sebaiknya diikuti oleh peningkatan produktivitasnya. Sebab bagi pengusaha hal itu akan menaikkan biaya operasional.

Demikian diutarakan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Rahmat Gobel di Jakarta, Jumat (27/1) malam. "Mengupayakan produktivitas dan efisiensi karena kenaikan (upah) akan memberikan dampak pada cost produksi kita. Itu harus disertai dengan produktivitas dan efisiensi, nah itu tanggung jawab serikat pekerja juga untuk memperjuangkan itu," jelasnya.

Menurutnya, pasar dunia saat ini sedang lesu sehingga memengaruhi ekspor. "Sehingga ekspor turun. Nah kenaikan itu (upah) pasti akan memberi dampak pada cost perusahaan," tuturnya.

"Jadi serikat pekerja juga memberikan berapa nilai tambah yang bisa diberikan. Sehingga dengan ini bisa mengatasi masalah cost yang muncul," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Buruh Bekasi Bergerak Obon Tabronu mengatakan, telah terjadi kesepakatan upah buruh di Kabupaten Bekasi antara Pemerintah, pengusaha dan buruh. "Kesepakatan yang pertama upah minimum di kabupaten Bekasi hanya perubahannya ratusannya saja yang hilang dari Rp1.491.866 hanya Rp866-nya saja yang hilang atau (menjadi) Rp1.491.000," urainya.

Untuk golongan satu, ucapnya, upah buruh dari Rp1.849.913 jadi Rp1.849.000 atau hilang Rp913. Untuk Kelompok dua dari Rp1.715.645 jadi Rp1.715.000. "Dan yang terpenting, sampai dengan bulan Juni (2012) apa yang kita cita-citakan bersama salah satu komponen kebutuhan hidup layak itu akan dilakukan perubahan," tuturnya. [hid]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.