INILAH.COM, New York - Minyak mentah AS melemah pada perdagangan Selasa (31/1) setelah data ekonomi AS di bawah perkiraan.
Minyak AS jenis light sweet turun 30 sen menjadi US$98,45 per barel untuk pengiriman Maret. Sementara minyak jenis Brent naik ke US$111,90 per barel di London. Demikian mengutip yahoofinance.com.
Investor khawatir tentang pasokan minyak dari Iran dengan ancaman sanksi dari Uni Eropa. Ekspor minyak Iran akan dihentikan pada Juli mendatang. Faktor lain dengan keputusan Sudan Selatan untuk menghentikan produksi minyak karena masih mengalami perang sipil.
Data harga rumah bulan Desember turun. Ekonom memprediksi akan turun 3,2% untuk bulan November dari harga yang melambat pada bulan Oktober dengan hanya naik 3,4%.
Bursa saham Wall Street melemah pada perdagangan Selasa (31/1). Hal itu dipengaruhi dari laporan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan pelaku pasar setelah data ekonomi positif dalam beberapa bulan.
Indeks Dow Jones turun 20,81 poin atau 0,16% ke level 12.632,91. Indeks S&P 500 turun 0,61 poin atau 0,05% ke level 1.312,40.
Indeks Nasdaq naik 1,90 poin atau 0,07% ke level 2.813,84.