INILAH.COM, Jakarta – Kegiatan enhanced oil recovery (EOR) setidaknya menambah produksi minyak dalam negeri sebesar 333.000 barel oil per day (BOPD) di 2011, atau setara dengan 40% dari total produksi minyak nasional.
Demikian disampaikan Kepala BP Migas, R Priono pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Kamis (2/2). "Sampai akhir 2011, kegiatan EOR baik menggunakan water flood maupun steam flood, telah menambah produksi sampai 333 ribu barel per hari atau setara 40% dari produksi minyak nasional,” ungkap Priono.
Terkait kegiatan EOR tersebut, dia mengatakan bahwa PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyumbang peningkatan produksi terbesar, sampai 280 ribu barrel minyak per hari.
Priono menjelaskan Indonesia telah dua kali mengalami puncak produksi, yaitu tahun 1977 ketika produksi minyak mencapai 1,65 juta barel per hari. Produksi sebesar itu dihasilkan dari kegiatan produksi yang dilakukan secara primary recovery. Puncak produksi kedua terjadi tahun 1995 saat produksi minyak kembali pada kisaran 1,6 juta barel per hari.
Puncak produksi ini dapat dicapai dari hasil kegiatan OER yang dilakukan oleh Chevron, yaitu injeksi air (waterflood) di salah satu lapangannya berhasil meningkatkan produksi dari 12 ribu barel per hari menjadi 32 ribu barel per hari, serta Injeksi uap (steamflood) di lapangan Duri yang terbukti mampu meningkatkan produksi dari 30 ribu barel per hari menjadi 296 ribu barel per hari.
"Dengan kegiatan eksplorasi dan EOR diharapkan terjadi lagi puncak produksi yang ketiga di Indonesia, setidaknya dengan produksi selalu diatas 1 juta barel minyak per hari. Kegiatan EOR ke depan di Indonesia bisa selain menggunakan injeksi uap, juga direncanakan penggunaan injeksi kimia, dan injeksi gas karbon," pungkas dia. [cms]