INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardjojo mulai khawatir dengan kenaikan harga minyak akan menggerogoti neraca berjalan (current account). Pihaknya berpotensi mengajukan APBN Perubahan 2012.
"Kalau kita perhatikan impor, impor perlu diwaspadai terutama karena harga minyak tinggi sehingga komponen imppor nilainya meningkat. Hal ini kita perhatikan di kuartal empat current account kita bisa negatif," ungkapMenkeu di Jakarta, Kamis (2/2).
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2011, impor minyak Indonesia terus melonjak. Selama Januari-Oktober 2011 impor migas mencapai US$33,6 miliar atau naik drastis 53,99% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar US$21,8 miliar.
Untuk impor minyak, Indonesia saat ini menduduki peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara. Urutan kedua Filiphina, ketiga Thailand, keempat Vietnam dan kelima Singapura.
Indonesia sudah mulai melakukan impor minyak pada 2004. Sebagian besar minyak tersebut diimpor dari negara Timur Tengah. Tahun ini, impor minyak berkisar 400 ribu barel per hari (bph), sementara BBM 420 bph.
Menkeu juga menyatakan pihaknya akan mengajukan APBN perubahan terkait melambungnya harga minyak dunia, yang telah melebihi asumsi dalam APBN 2012 di kisaran US$90 per barel. [hid]