Sabtu, 20 September 2014 | 06:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Majalah Inilah REVIEW Edisi Ke-23
Begini Cara Bank Memikat Nasabah
Headline
IST
Oleh:
ekonomi - Senin, 6 Februari 2012 | 16:50 WIB
Berita Terkait

SELEPAS makan siang, Rudy Haryanto menelepon seorang bankir swasta. Sudah lima tahun lebih ia menjadi nasabah di bank swasta tersebut. Kali ini businessman alat-alat berat ini ingin menempatkan dananya sebesar Rp 2,7 miliar dalam bentuk deposito berjangka 6 bulan di bank tersebut. Kepada si bankir, Rudy minta bunga tinggi, tidak seperti yang tercantum 7,47%.

Setelah bernegosiasi sekitar setengah jam, akhirnya si bankir bersedia memberikan Rudy bunga deposito 6 bulan di atas 7,47%. Rudy tersenyum, si bankir merasa puas.

Bukan cuma Rudy dan si bankir yang melakukan praktik semacam ini. Praktik model begini banyak dilakukan para nasabah kakap dan bank, dan sudah berlangsung cukup lama. Nasabah untung gede, bank juga demikian.

Belakangan ini, sejumlah bank makin jor-joran menawarkan suku bunga deposito menggiurkan untuk memikat nasabah kaya. Tak hanya nego ‘ di bawah meja’, tapi juga berbagai hadiah menarik lainnya. Ada hadiah voucher bernilai jutaan rupiah, ada televisi, mobil, bahkan dikasih uang tunai. Jumlah cash back, atau pengembalian bahkan bisa mencapai 1% dari total tabungan.

Tengok saja apa yang dilakukan Bank OCBC NISP untuk menarik nasabah kaya. Bank ini menawarkan paket periksa kesehatan gratis bagi nasabah prioritasnya. Direktur OCBC NISP, Rudy N. Hamdani, mengatakan, layanan dilengkapi fasilitas antarjemput dalam dan luar negeri.

Dia melansir terdapat 12.500 nasabah kaya di Bank OCBC NISP hingga akhir 2011. Dana pihak ketiga yang terkumpul dari nasabah kaya tersebut berkisar antara Rp 13-14 triliun.

PT Bank QNB Kesawan Tbk juga bersiap mendongkrak simpanan nasabah dengan meluncurkan program priority banking. Direktur Keuangan Bank Kesawan Azhar Abdul Wahab, mengatakan, pelayanan kepada para nasabah akan bersifat personal.

Sensitif

Bukan hanya bank swasta yang berlomba menggaet nasabah kaya. Bank pelat merah pun demikian, seperti yang dilakukan PT Bank BNI Tbk. Darmadi Sutanto, Direktur Ritel dan Konsumer BNI menyatakan, BNI harus memberikan bunga simpanan tinggi dan layanan eksklusif bagi nasabah kaya agar tertarik menyimpan dana di BNI. "Orang-orang kaya cenderung meminta bunga deposito yang tinggi," kata Darmadi.

Menurutnya, nasabah kaya cenderung sensitif dengan perubahan bunga deposito. Jika bank lain menawarkan bunga deposito lebih tinggi 0,1% saja, nasabah tersebut dapat pindah ke bank itu. Dana simpanan mereka yang besar, yaitu rata-rata Rp 1 miliar, membuat pengaruh perbedaan bunga cukup signifikan.

Noviana C Purnamasari, Vice President Emerald and Affluent Segment BNI, mengatakan, nasabah kaya banyak memilih produk investasi melalui deposito karena krisis global belum usai. Terlebih lagi, di Indonesia tidak banyak alternatif produk investasi untuk nasabah bank. Tidak hanya itu, masa pencabutan layanan nasabah wealth management telah usai sehingga perbankan mulai gencar mencari dana-dana mahal.

Di akhir tahun 2011 lalu, total dana mahal BNI mencapai Rp 28 triliun. Jumlah tersebut merupakan 60% dari dana-dana orang kaya yang ditempatkan di deposito bank berlogo angka 46 itu. Sedangkan, total keseluruhan dana nasabah kaya mencapai Rp 32 triliun sampai Rp 33 triliun, jika ditambah dana investasi nasabah yang tersimpan di reksa dana dan saham.

Kostaman Thayib, Direktur Ritel Bank Mega, menuturkan, perbankan masih membutuhkan dana-dana simpanan di atas Rp 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan likuiditas mereka. Ia mengakui, dalam menarik dana-dana mahal itu ada beberapa bank yang masih menawarkan bunga lebih tinggi dari bunga yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat ini, yakni 6,5%. Dia bilang, Bank Mega masih menawarkan suku bunga simpanan yang wajar kepada para nasabah kaya, yakni di kisaran 5,7%.

Bujung R Hanani, Presiden Direktur Bank Antar Daerah, mengakui, masih ada beberapa bank kelas menengah yang memberikan bunga di atas rata-rata LPS. Pemberian suku bunga itu bahkan mencapai 8%.

Dikuasai Nasabah Kaya

Tahun lalu dana simpanan masyarakat di bank umum mencapai Rp 2.830 triliun dari 101 juta rekening. Sebanyak 99,87% dari jumlah rekening tersebut merupakan simpanan kurang dari Rp 2 miliar.

"Meski jumlah rekeningnya sedikit, nasabah dengan simpanan lebih dari Rp 2 miliar menguasai setengah lebih total dana tabungan," kata Ketua LPS Firdaus Djaelani.

Firdaus memaparkan, dana dalam rekening dengan nominal di atas Rp 2 miliar mencapai Rp 1.436 triliun atau 50,75% dari total simpanan di bank umum. Sebanyak 49,2% nasabah lainnya hanya menghimpun dana Rp 1.393 triliun. Khusus data Bank Perkreditan Rakyat (BPR), LPS mencatat dana simpanan yang terhimpun tahun lalu mencapai Rp 36,81 triliun. Dana tersebut tersebar di 1.837 BPR di seluruh Indonesia.

Celakanya, LPS hanya menjamin simpanan di bawah Rp 2 miliar. Selain itu, LPS juga hanya menjamin suku bunga deposito sebesar 6,5% (deposito rupiah). Untuk deposito valuta asing, penjaminan ditetapkan sebesar 1,5% dan untuk BPR sebesar 9,5%.

Lantaran itu mendapatkan suku bunga deposito yang tinggi di atas penjaminan LPS bukan berarti untung. "Nasabah yang dapat bunga deposito tinggi sebenarnya diuntungkan secara tidak wajar," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo.

Mengapa? Heru menjelaskan, nasabah diuntungkan karena memang mendapatkan bunga yang tinggi. Namun, perlu diwaspadai jika dana nasabah tidak akan dijaminkan oleh LPS. "Begitu bank ditutup atau dilikuidasi ya sudah nasabah tidak mendapatkan uangnya kembali," katanya.

Heru mengatakan, ketika bank mencoba menawarkan bunga deposito tinggi hal ini menunjukkan bank tersebut kurang sehat. "Bank kurang sehat itu memang mematok suku bunga di atas penjaminan," tambahnya.

Kini, Bank Indonesia sedang membuat aturan untuk memperketat pengawasan terhadap nasabah prioritas. Bank Sentral sedang mengkaji pembatasan pemberian hadiah bagi nasabah, termasuk melarang memberikan cash back.

Laporan selengkapnya bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-23 yang terbit Senin 6 Februari 2012.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER