INILAH.COM, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bakal langsung memecat pegawainya, termasuk pilot yang kedapatan mengkonsumsi narkotika.
"Kita pecat, kita tidak bisa mentolerir itu ya, ada aturannya. Aturan kepegawaian kita, tidak hanya pilot tapi seluruh karyawan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Selasa (7/2).
Ia mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan pengecekan kesehatan secara berkala dan acak. "Di Garuda kita sudah ada prosedur yang selalu kita lakukan yaitu secara random kita cek dan kita selalu lakukan itu, dari dulu sudah rutin," ujarnya.
"Per bulan ada terus jadi sengaja kita random cek, itu harus," tambahnya.
Pengecekan kesehatan tersebut, lanjutnya, tidak dilakukan setiap penerbangan. Dan dilakukan secara acak agar para pegawai tidak dapat mengetahuinya. "O nggak, karena kalau setiap penerbangan ada itu waktunya , tapi kita selalu random, dan memang ada periksa kesehatan, bener-benar komprehensif, kita ikuti aturan internasional," ujarnya.
Kendati demikian, ia mengakui, pihaknya tidak dapat menjamin 100% pegawainya terbebas dari konsumsi narkotika. "Kami sudah lakukan peringatan lagi kepada semuanya, karena memang nggak usah pilot, nggak usah kru lah, pegawai saja tidak boleh. Yang bisa jamin yang di atas," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap basah pilot Lion Air berinisial 'SS' (44) dengan barang bukti sabu. Hasil tes urine, 'SS' positif memakai barang haram itu. 'SS' masih menjalani pemeriksaan intensif. Kejadian tertangkapnya pilot Lion Air ini adalah yang kedua kali. Sebelumnya beberapa waktu lalu, seorang pilot Lion Air juga ditangkap karena narkoba di Makassar, Sulsel. [cms]